Tribun

Rusia Klaim Tangkap Tiga Mata-mata Ukraina, Rencanakan Lancarkan Serangan Ledakan

Rusia mengatakan telah menangkap tiga mata-mata Ukraina, termasuk seorang yang diduga merencanakan serangan dengan bahan peledak

Editor: hasanah samhudi
Rusia Klaim Tangkap Tiga Mata-mata Ukraina, Rencanakan Lancarkan Serangan Ledakan
AFP
Seorang prajurit Ukraina berjalan di sepanjang parit di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia tidak jauh dari Gorlivka, wilayah Donetsk, pada 26 November 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Rusia mengatakan pada Kamis (2/12/2021) bahwa mereka telah menahan tiga mata-mata Ukraina, termasuk satu orang yang diduga merencanakan serangan dengan bahan peledak.

Namun badan intelijen domestik FSB tidak mengatakan di mana atau kapan mereka menahan orang-orang Ukraina itu.

Dikatakan, dua dari mata-mata tersebut adalah seorang ayah dan anaknya, yang menjadi agen dinas keamanan SBU Ukraina.

“Mereka telah bepergian ke Rusia untuk mengumpulkan informasi dan mengambil foto dan video dari perusahaan strategis penting dan objek infrastruktur transportasi,” sebutnya.

FSB Rusia mengatakan, pasangan itu mengaku telah direkrut oleh SBU Ukraina, yang menawari mereka bayaran sebesar 10.000 dolar AS (sekitar Rp140 juta).

Baca juga: PM Ukraina Menuduh Rusia Berada di Balik Upaya Kudeta Terhadap Pemerintah

Baca juga: Menlu AS dan Rusia Akan Bertemu Bahas Situasi di Ukraina

Juga disebutkan bahwa orang ketiga, yang berencana melakukan serangan, direkrut dan bertindak atas instruksi seorang perwira tinggi intelijen Ukraina.

“Serangan itu direncanakan akan dilakukan dengan meledakkan dua alat peledak improvisasi dengan total massa 1,5 kg dalam setara TNT," kata FSB Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari The Straits Times.

“Mereka tertangkap tangan dengan senjata pemusnah dalam perjalanan ke lokasi kejadian,” sebut FSB.

Namun tidak disebutkan di mana atau kapan serangan itu akan terjadi.

Secara terpisah, FSB Rusia mengatakan bahwa bulan lalu seorang perwira tinggi Ukraina di kementerian pertahanan dinyatakan bersalah karena "menyiapkan kejahatan terhadap keamanan Federasi Rusia" dan dijatuhi hukuman enam setengah tahun penjara.

Baca juga: Ukraina Gelar Latihan Militer di Tengah Ketegangan dengan Rusia

Baca juga: Menlu AS dan Prancis Bahas soal Aktivitas Militer Rusia di Perbatasan Ukraina

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas