Tribun

Jepang Berencana Beri Subsidi dan Bunga Pinjaman Rendah Bagi Industri Semikonduktor Asing

Pemerintah Jepang akan memberikan subsidi bagi industri asing yang bergerak di bidang semikonduktor bila menginvestasikan pabriknya di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Jepang Berencana Beri Subsidi dan Bunga Pinjaman Rendah Bagi Industri Semikonduktor Asing
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Contoh panel PCB dengan Semikonduktor. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan memberikan subsidi besar-besaran bagi industri asing yang bergerak di bidang semikonduktor bila menginvestasikan pabriknya di Jepang.

"Pemerintah akan merevisi undang-undang terkait untuk menciptakan dana dan mendukung perusahaan bersertifikat dengan dana yang diperlukan untuk lokasi pabrik di Jepang. Termasuk subsidi besar-besaran dan suku bunga pinjaman snagat rendah akan diberikan kepada perusahaan tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (3/12/2021).

Kabinet Fumio Kishida fokus untuk mengamankan semikonduktor yang disebut "beras industri" (sangyo no kome) dengan tujuan memperkuat pengamanan ekonomi dalam negeri Jepang.

Perubahan tersebut adalah Undang-Undang tentang Promosi Pengembangan dan Penyediaan Sistem Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Lanjutan Tertentu dan Undang-Undang tentang Organisasi Pengembangan Energi dan Teknologi Industri Baru (NEDO).

RUU yang direvisi akan segera disetujui oleh Kabinet dan akan diajukan ke sesi Diet luar biasa yang diadakan pada Senin (6/12/2021) pekan depan.

Di bawah RUU tersebut, dana akan dibuat di NEDO--sebuah lembaga administratif independen di bawah yurisdiksi Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI)--sebagai sumber subsidi untuk bisnis di luar negeri.

Sebagai biaya terkait ini, 617 miliar yen ditambahkan ke anggaran tambahan untuk tahun ini.

Baca juga: Jepang Mulai Suntikkan Vaksinasi Booster, Gunakan Vaksin Dalam Negeri Shionogi

Target dukungan terbatas pada bisnis yang memproduksi "semikonduktor spesifik" yang sangat diperlukan untuk pembangunan sistem standar komunikasi "5G" berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar.

Menurut sertifikasi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, ada lima syarat yang harus dipenuhi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas