Tribun

Buronan Carlos Ghosn, Mantan Chairman Nissan Motor Mengaku Terasa di Neraka Saat di Jepang

Buronan Jepang, Carlos Ghosn, mantan Chairman Nissan Motor mengaku merasa seperti di neraka saat di dalam tahanan di Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Buronan Carlos Ghosn, Mantan Chairman Nissan Motor Mengaku Terasa di Neraka Saat di Jepang
Richard Susilo
Carlos Ghosn mantan Chairman Nissan  yang kini jadi buronan internasional yang dikeluarkan pemerintah Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOBuronan Jepang, Carlos Ghosn, mantan Chairman Nissan Motor mengaku merasa seperti di neraka saat di dalam tahanan di Jepang.

"Sistim hukum Jepang sangat parah seperti neraka bagi saya. Contohnya, saya punya hak terima tamu 15 menit per hari kalau saya di penjara. Hal itu tak diperbolehkan. Tapi saat pertama saya di penjara isteri dan anak saya dapat waktu 30 menit. Itu kan aneh tidak sesuai aturan pula," papar Ghosn yang masih ada di Lebanon dalam jumpa persnya malam ini (6/12/2021).

Ghosn juga mengaku sebagai orang yang pertama kali mempromosikan pertama mobil elektrikal Nissan.

Selain itu Ghosn juga mempertanyakan penahanan sampai kini sudah 3 tahun Greg Kelly yang mantan Direktur Keuangan Nissan Motor.

"Untuk sebuah keputusan sederhana saja Greg Kelly harus tunggu 3 tahun dan baru Maret 2022 keputusan itu ke luar. Dia pun dituduh palsu tidak benar (tuduhan bogus)," tekan Ghosn lagi.

Semua hal ini, tambahnya, adalah dibuat-buat belaka.

"Mengapa cuma saya saja dan Greg yang dituduh dan dipenjara, sedangkan direksi Nissan lain bebas begitru saja, kini merasakan waktu pensiunnya dengan santai."

Ghosn juga mengarah kepada tuduhan para jaksa kerjasama dengan para dealer Nissan.

"Kalau dealer Nissan juga salah mengapa kontrak dengan mereka terus diperpanjang oleh Nissan, kan aneh itu?"

Ghosn saat ini mengaku sebagai konsultan, menjadi penceramah di Universitas. Juga melakukan bisnis logistik di Lebanon dan membuat perusahaan start-up di Lebanon juga."Sangat memalukan tuduhan palsu buat lebih dari 3 tahun depan saya Greg Kelly di penjara di Jepang. Greg adalah korban hukum di Jepang. Bila kita mau jujur, para direksi Nissan juga harus dipenjara bersama Greg Kelly. Mengapa orang Jepangnya  tidak dipenjara? Aneh sekali itu."

Ghosn kabur lewat bandara Osaka menjelang Natal Desember 2019 dengan bersembunyi di dalam kotak peralatan band yang diangkut pesawat jet pribadi dikendarai mantan tentara baret hijau Amerika.

Tuduhan jaksa Jepang kepada Ghosn karena memanipulasi dan menipu Nissan dengan berbagai cara sehingga rugi miliaran dolar AS.

Ghosn pun menambahkan, "Kini harga saham jatuh dan semua menyalahkan karena saya. Setelah tiga tahun lebih apa saja kerja para direksi membiarkan saham jatuh sampai miliaran dolar AS saat ini. Itu kan juga tidak benar yang dilakukan para direksi Nissan dan perlu dipertanyakan pimpinan Nissan tersebut."

Saat ini red notice, buronan internasional telah dikeluarkan pemerintah Jepang kepada Ghosn.

Perintah Jepang juga telah meminta pemerintah Lebanon untuk mengembalikan Ghosn ke Jepang tetapi ditolak.

Diskusi mengenai masalah Ghosn juga dilakukan para pecinta Jepang gratis silakan kirimkan email ke: info@tribun.in

Selama sekitar 90 menit jumpa persnya, berulang kali Ghosn menyalahkan dan menjelekkan sistim hukum di Jepang yang dianggap sangat aneh.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas