Mantan PM Jepang Harapkan Indonesia Tidak Pakai Nuklir, Gunakan Energi Terbarukan
Mantan PM Jepang Junichiro Koizumi mengharapkan agar Indonesia jangan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir, melainkan gunakanlah energi terbar
Editor: Johnson Simanjuntak
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan PM Jepang Junichiro Koizumi mengharapkan agar Indonesia jangan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir, melainkan gunakanlah energi terbarukan yang ada di Indonesia.
"Di Indonesia saya tahu banyak sumber alam yang berlimpah ruah. Kami ingin agar Indonesia memanfaatkan kekayaan alamnya tersebut untuk pembangkit listriknya. Jangan gunakan pembangkit listrik tenaga nuklir," papar mantan PM Jepang Junichiro Koizumi (PM Jepang ke-87, 88 dan ke-89 di Jepang) khusus kepada Tribunnews.com Kamis ini (27/1/2022).
Koizumi melihat sekali banyak hal negatifnya, banyak kerugian apabila menggunakan pembangkit nuklir (PLTN).
"Bukti nyata PLTN Fukushima yang meledak 11 tahun lalu dampaknya luar biasa, kerugiannya besar sekali sampai sekarang juga belum beres," tekannya lagi.
Di jepang Koizumi menyarankan menggunakan tenaga listrik energi terbarukan (renewal energy) seperti hydro.
"Banyak bendungan luar biasa besar dan volume yang sangat besar bisa membangkitkan energi listrik sangat besar," tambahnya.
Saat ini energi terbarukan barulah sekitar 20% sisanya masih PLTN.
"Kalau pakai tenaga hydro pasti bisa memenuhi kekurangan yang ada dan mengurangi PLTN lebih lanjut," tambahnya.
Gara-gara ledakan nuklir di Fukushima sampai kini banyak sekali penduduk Fukushima yang tidak mau pulang kembali ke kampung halamannya.
"Sampai kini masih sekitar 60.000 orang penduduk Fukushima yang belum kembali ke kampung halamannya akibat ledakan nuklir tersebut di sana," papar Yui Kimura Wakil Direktur Pelaksana Genjiren, kelompok gerakan anti nuklir Jepang.
Koizumi bersama 4 mantan PM Jepang lainnya. Naoto Kan, Morihiro Hosokawa, Yukio Hatoyama dan Tomiichi Murayama mengeluarkan pernyataan menentang penggunaan nuklir di Eropa.
"Sebagai mantan PM Jepang saya sangat terkejut mengetahui Komisi Masyarakat Eropa (EU) berencana memasukkan PLTN ke dalam EU Taxonomy yang dirancang memfasilitasikan proyek investasi yang akan menangani perubahan iklim dan proyek lain terkait keberlanjutan (sustainability)," papar Koizumi lagi.
Memasukkan PLTN ke dalam EU Taxonomy menurutnya akan mempromosikan kepada dunia bahwa tenag anuklir menyumbang kepada "Masyarakat berkelanjutan" (Sustainable Society).
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.