Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mengapa Sebagian Besar Orang Ukraina Tak Percaya Peringatan Biden dan Barat?

Peringatan Gedung Putih tentang invasi Rusia ke Ukraina menarik pendapat beragam, ini alasan mengapa sebagian tak percaya peringatan Biden dan Barat.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
zoom-in Mengapa Sebagian Besar Orang Ukraina Tak Percaya Peringatan Biden dan Barat?
AFP/ANDREY BORODULIN
Orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri naik kereta api untuk dievakuasi jauh ke Rusia di kota Taganrog, pada 20 Februari 2022. - Sebuah wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina mengumumkan keadaan darurat pada 19 Februari 2022, mengutip semakin banyak orang yang datang dari wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina setelah mereka menerima perintah evakuasi. (Photo by Andrey BORODULIN / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Gedung Putih memperingatkan tentang invasi Rusia ke Ukraina bisa terjadi kapan saja.

Namun, peringatan itu dinilai sebagai permainan politik yang dirancang untuk membantu Demokrat memenangkan kursi Senat.

Dikutip Al Jazeera, pendapat di atas tidak berasal dari pakar politik Capitol Hill, tetapi opini seorang wanita Ukraina tentang pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam beberapa pekan terakhir

Wanita tersebut melarikan diri dari wilayah Donetsk yang saat ini dikuasai militan.

Baca juga: AS Sebut Rusia Sudah Buat Daftar Orang-orang Ukraina yang akan Ditangkap atau Dibunuh

Baca juga: Saat Nenek 79 Tahun dari Ukraina Berlatih Perang, Demi Lindungi Anak Cucu dari Serangan Rusia

Orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri naik kereta api untuk dievakuasi jauh ke Rusia di kota Taganrog, pada 20 Februari 2022. - Sebuah wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina mengumumkan keadaan darurat pada 19 Februari 2022, mengutip semakin banyak orang yang datang dari wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina setelah mereka menerima perintah evakuasi. (Photo by Andrey BORODULIN / AFP)
Orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri naik kereta api untuk dievakuasi jauh ke Rusia di kota Taganrog, pada 20 Februari 2022. - Sebuah wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina mengumumkan keadaan darurat pada 19 Februari 2022, mengutip semakin banyak orang yang datang dari wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina setelah mereka menerima perintah evakuasi. (Photo by Andrey BORODULIN / AFP) (AFP/ANDREY BORODULIN)

"Pada musim gugur, Biden akan terlihat seperti pahlawan super, seorang superman. Karena dia (pikir) mencegah Perang Dunia III," tutur Oksana Afenkina kepada Al Jazeera.

Meski pakar Capitol Hill mungkin tidak setuju dengannya, Afenkina merupakan satu dari mayoritas orang Ukraina yang tidak percaya Rusia akan menyerang.

Bahkan ketika ketegangan di perbatasan meningkat dengan lebih dari 150.000 tentara Rusia di dekat Krimea, hanya satu dari lima orang Ukraina yang berpikir konflik skala penuh tidak dapat dihindari.

Berdasarkan survei Institut Gorshenin, sebuah lembaga survei independen yang dilakukan antara 2 Februari dan 14 Februari 2022, hanya 20,4 persen orang Ukraina percaya (akan ada) invasi skala penuh.

Baca juga: Makin Panas, Militer Rusia Sebut 5 Penyusup Ukraina Tewas saat Terobos Perbatasan

Baca juga: Negara Tetangga Ukraina Siap-siap Kebanjiran Pengungsi jika Rusia Menginvasi

Data juga menunjukkan hanya 4,4 persen orang Ukraina yang bersikeras bahwa invasi pasti terjadi.

Sedangkan 62,5 persen secara mengejutkan berpikir bahwa invasi tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Sebaliknya, beberapa orang Ukraina, seperti Afenkina berpendapat bahwa negara bekas Soviet berpenduduk 44 juta jiwa, hanyalah pion dalam permainan geopolitik AS dan alat yang berguna untuk mengkonsolidasi dukungan dan mendapatkan suara.

"(Politik AS) bermain, mereka menggertak, karena pesan seperti itu menggerakkan pasar saham, membantu bisnis dan memecahkan masalah pribadi para politisim," kata wanita berusia 35 tahun itu.

Baca juga: Hentikan Konflik Rusia-Ukraina, Presiden Jokowi: Perang Tidak Boleh Terjadi

Seorang wanita membawa barang-barangnya ketika orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri duduk di dalam bus menunggu kereta mereka dievakuasi jauh ke dalam Rusia, di kota Taganrog pada 20 Februari 2022. - Sebuah wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina menyatakan a keadaan darurat pada 19 Februari 2022, mengutip semakin banyak orang yang datang dari daerah yang dikuasai separatis di Ukraina setelah mereka menerima perintah evakuasi.
 (Photo by Andrey BORODULIN / AFP)
Seorang wanita membawa barang-barangnya ketika orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri duduk di dalam bus menunggu kereta mereka dievakuasi jauh ke dalam Rusia, di kota Taganrog pada 20 Februari 2022. - Sebuah wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina menyatakan a keadaan darurat pada 19 Februari 2022, mengutip semakin banyak orang yang datang dari daerah yang dikuasai separatis di Ukraina setelah mereka menerima perintah evakuasi. (Photo by Andrey BORODULIN / AFP) (AFP/ANDREY BORODULIN)

Ada sikap kritis

Diberitakan News24, seorang pengamat mengatakan ketidakpercayaan akan terjadi perang, berjalan seiring dengan ketidakpercayaan di Barat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas