Nasib 800.000 Pengungsi Ukraina, ke Negara Mana Saja Mereka Pergi?
Lebih dari 800.000 warga sipil telah meninggalkan Ukraina, bagaimana nasib mereka dan ke negara mana saja mereka pergi?
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Negara-negara biasanya memiliki batasan waktu tentang berapa lama pengungsi dapat menghabiskan waktu di pusat-pusat penerimaan.
Tetapi sebagian besar mengatakan mereka kemungkinan akan mengabaikannya dan bahwa orang Ukraina dapat tinggal selama yang mereka butuhkan.
Republik Ceko telah mengaktifkan Rencana Kesiapsiagaan Gelombang Migrasi.
Rencana itu akan membantu para pengungsi mengajukan permohonan jenis visa khusus melalui prosedur yang disederhanakan agar tetap tinggal, jika diperlukan.
Hak yang dimiliki pengungsi
UE sedang bersiap untuk memberikan hak kepada warga Ukraina yang melarikan diri dari perang untuk tinggal dan bekerja di 27 negara hingga tiga tahun, menurut pejabat UE dan Prancis.
Mereka juga akan menerima kesejahteraan sosial dan akses ke perumahan, perawatan medis dan sekolah untuk anak-anak.
Aturan itu sejalan dengan arahan perlindungan sementara UE untuk pengungsi, yang dibuat setelah perang tahun 1990-an di Balkan, tetapi tidak pernah digunakan sampai sekarang.
Aturan normal bagi pengungsi telah dicabut untuk memungkinkan warga Ukraina menetap di tempat yang mereka inginkan di UE.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan