Tribun

Tentara Prancis Klaim Pemimpin Senior Al Qaeda Tewas di Mali

Tentara Prancis mengklaim pasukannya di Mali telah membunuh Yahia Djouadi, seorang pemimpin senior Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM).

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
zoom-in Tentara Prancis Klaim Pemimpin Senior Al Qaeda Tewas di Mali
ALAIN JOCARD / AFP
(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 14 Mei 2017, Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba untuk meletakkan karangan bunga di makam Prajurit yang tidak dikenal di monumen Arc of Triomphe setelah upacara pelantikan resminya di Paris. Macron mengatakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan Prancis pada April, pada 03 Maret 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Tentara Prancis mengklaim pasukannya di Mali telah membunuh Yahia Djouadi, seorang pemimpin senior Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), Senin (7/3/2022).

Yahia Djouadi diketahui bertanggung atas atas keuangan dan logistik AQIM.

"Djouadi, seorang warga Aljazair yang juga dikenal sebagai Abu Ammar al-Jazairi, tewas semalam dalam serangan dari 25-26 Februari, antara 160 kilometer utara Timbuktu di Mali tengah," kata tentara dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir France24,

"Kematiannya sekali lagi melemahkan pemerintahan Al-Qaeda di Mali," tambah pernyataan tersebut.

Baca juga: Aafia Siddiqui, Tahanan yang Diminta Bebas oleh Penyerang Sinagoge Texas, Dijuluki Lady Al Qaeda

Baca juga: Serangan Drone AS Habisi Pemimpin Senior Al Qaeda di Suriah

Pihak berwenang menyebutnya sebagai mata rantai utama di Mali utara dan khususnya daerah Timbuktu dengan kelompok GSIM yang bersekutu dengan Al Qaeda.

Djouadi seorang mantan "emir" operasi Libya Al-Qaeda yang melarikan diri ke Mali pada 2019.

Dia menetap di wilayah Timbuktu dan membantu mengatur kelompok serta mengoordinasikan pasokan, pembiayaan, dan logistik.

Pemerintah menambahkan, Djouadi dibunuh oleh pasukan darat yang didukung oleh helikopter serang dan dua drone.

Baca juga: AS Tak Menyangka Taliban Berkuasa Secepat Itu, Ungkap Kemungkinan Kebangkitan Al Qaeda

Baca juga: Taliban Bantah Tuduhan Melindungi Al Qaeda di Afghanistan, Ini Kata Mereka

Prancis pindahkan 2.400 tentara

Sementara itu, Prancis jugaa sedang bersiap untuk memindahkan sekitar 2.400 tentara dari Mali ke negara-negara lain di wilayah Sahel yang menghadapi pemberontakan jihad lintas perbatasan, setelah berselisih dengan junta militer di Bamako.

Penarikan itu direncanakan berlangsung selama enam bulan.

"Operasi berlanjut terhadap kelompok teroris bersenjata, terutama terhadap para pemimpin puncak Al-Qaeda, GSIM dan kelompok Negara Islam di Sahara Besar (ISGS)," demikian pernyataan dari tentara.

Pasukan Prancis pertama kali melakukan intervensi di Mali pada 2013.

Baca juga: Intelijen Awasi Ancaman Al-Qaeda Terhadap AS Setelah Taliban Kuasai Afghanistan

Baca juga: Rumornya Sudah Meninggal, Pemimpin Al-Qaeda Muncul dalam Video Peringatan 20 Tahun Serangan 9/11

Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba monumen Arc of Triomphe
(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 14 Mei 2017, Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba untuk meletakkan karangan bunga di makam Prajurit yang tidak dikenal di monumen Arc of Triomphe setelah upacara pelantikan resminya di Paris. Macron mengatakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan Prancis pada April, pada 03 Maret 2022.

Perselisihan antara Paris dan Bamako sejak kudeta 2020 telah mendorong pemerintah militer untuk beralih ke sekutu lain seperti kelompok paramiliter Wagner Rusia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas