Tribun

Virus Corona

Desak Kongres Loloskan Dana Tambahan, Presiden Biden Akui AS Kehabisan Dana untuk Covid-19

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Kongres untuk meloloskan dana tambahan demi memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Desak Kongres Loloskan Dana Tambahan, Presiden Biden Akui AS Kehabisan Dana untuk Covid-19
AFP
Presiden AS Joe Biden. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Kongres untuk meloloskan dana tambahan demi memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Di ruang pengarahan Gedung Putih, ia mengatakan bahwa pemerintah secara cepat 'kehabisan uang' untuk menyediakan suntikan vaksin gratis, antibodi monoklonal untuk perawatan terapeutik serta persediaan pengujian.

"Kurangnya dana telah mempengaruhi perjuangan melawan pandemi, Kongres tidak menyediakan cukup uang untuk terus membeli antibodi monoklonal ini. Kita harus membatalkan pesanan yang direncanakan dan memotong pasokan yang kita kirim ke negara bagian. Tanpa lebih banyak dana, kita akan mulai kehabisan dana pada akhir Mei," kata Biden.

Dirinya pun meminta Kongres untuk mengalokasikan tambahan sebesar 22 miliar dolar AS untuk perang melawan Covid-19.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (31/3/2022), Kongres baru-baru ini memperdebatkan tambahan 15 miliar dolar AS dalam pendanaan, namun langkah itu kemudian terhenti, dengan Partai Republik menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki alasan kuat yang menunjukkan bahwa dana tersebut memang diperlukan.

Pengarahan tersebut tampaknya merupakan upaya untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Anak Presiden AS Joe Biden Dituduh Terima Rp 69 Miliar dari Perusahaan China

"Kongres, kita perlu mengamankan pasokan tambahan sekarang, sekarang. Kita tidak bisa menunggu sampai kita menemukan diri kita berada di tengah gelombang lain untuk bertindak, ini bisa terlambat," tegas Biden.

Selain meminta lebih banyak dana, Biden turut mengumumkan peluncuran situs web baru, covid.gov.

Ia pun menyebutnya sebagai 'toko serba ada', di mana siapapun yang tengah berada di Amerika dapat menemukan apa yang mereka butuhkan untuk menavigasi virus.

Tidak hanya itu, Biden menjelaskan bahwa situs web tersebut menawarkan 'vaksin dan booster gratis, layanan tes di rumah gratis, masker berkualitas tinggi, serta informasi terbaru tentang tingkat penyebaran Covid-19 di komunitas anda'.

Setelah pengarahan itu, Biden menerima suntikan dosis keempatnya dan momen ini ditayangkan televisi secara langsung.

Sebelumnya pada Juni 2021, ia mendorong negara bagian untuk menggunakan sisa dana Covid-19 dari American Rescue Plan, yang saat itu diperkirakan mencapai 350 miliar dolar AS untuk mendanai penegakkan hukum dalam upaya mencegah gelombang kejahatan.

"Kita sekarang memberikan lebih banyak panduan tentang bagaimana pemerintah negara bagian dan lokal dapat menggunakan 350 miliar dolar AS secara nasional yang telah tersedia dari American Rescue Plan untuk membantu mengurangi kejahatan dan mengatasi akar penyebabnya," papar Biden.

Misalnya, kota-kota yang mengalami peningkatan kekerasan senjata dapat menggunakan dana dari American Rescue Plan untuk mempekerjakan petugas kepolisian yang dibutuhkan.

Hingga saat ini memang tidak jelas berapa banyak pemerintah negara bagian dan lokal yang menggunakan dana itu untuk menopang penegakkan hukum mereka, alih-alih memerangi Covid-19.

Namun ini menunjukkan betapa berbedanya pandangan pemerintah AS tentang pandemi Covid-19 dibandingkan dengan kurang dari setahun yang lalu.

Awal pekan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengumumkan bahwa kelompok usia 50 tahun ke atas kini memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan dosis keempat dalam perjuangan negara itu melawan pandemi.

Kasus rawat inap memang menurun di AS, namun beberapa ahli memperingatkan bahwa sub-varian Omicrom BA.2 dapat menyebabkan lonjakan kasus.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas