Tribun

Virus Corona

Korea Utara Laporkan Kasus Pertama Covid, Kim Jong Un Pakai Masker hingga Berlakukan Lockdown

Pihak berwenang Korea Utara melaporkan kasus pertama Covid-19 setelah lebih dari dua tahun mengklaim negaranya tidak terinfeksi virus itu.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Inza Maliana
zoom-in Korea Utara Laporkan Kasus Pertama Covid, Kim Jong Un Pakai Masker hingga Berlakukan Lockdown
Freepik.com
Bendera Korea Utara - Pihak berwenang Korea Utara melaporkan kasus pertama Covid-19 setelah lebih dari dua tahun mengklaim negaranya tidak terinfeksi virus itu. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak berwenang Korea Utara melaporkan kasus pertama virus Corona (Covid-19) setelah lebih dari dua tahun mengklaim negaranya tidak terinfeksi virus itu, Kamis (12/5/2022).

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan, tes sampel yang dikumpulkan pada hari Minggu dari sejumlah orang yang demam di ibu kota, Pyongyang, mengkonfirmasi bahwa mereka terinfeksi varian Omicron.

Sebagai tanggapan, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama pertemuan Politbiro partai menyerukan penguncian (lockdown) kota dan kabupaten secara menyeluruh dan mengatakan tempat kerja harus diisolasi oleh unit untuk memblokir penyebaran virus, lapor KCNA.

Dia mendesak petugas kesehatan untuk meningkatkan upaya desinfeksi di tempat kerja dan rumah serta memobilisasi persediaan medis cadangan.

Kim Jong Un mengatakan, sangat penting untuk menstabilkan transmisi dan menghilangkan sumber infeksi secepat mungkin.

Baca juga: Korea Utara Laporkan Kasus Konfirmasi Covid-19 Pertama

Baca juga: Berita Foto : Yoon Suk-yeol Dilantik Menjadi Presiden Korea Selatan

Dia bersikeras bahwa negara itu pasti akan mengatasi apa yang digambarkannya sebagai wabah yang tidak terduga.

TV pemerintah Korea Utara menunjukkan Kim Jong Un dan pejabat senior lainnya mengenakan masker ketika mereka memasuki ruang pertemuan.

Kim Jong Un kemudian melepas maskernya untuk berbicara ke satu set mikrofon.

Foto-foto yang didistribusikan oleh KCNA menunjukkan Kim Jong Un membuka masker dan duduk di kepala meja di mana semua pejabat lainnya tetap bermasker.

Adapun kegagalan untuk memperlambat infeksi dapat memiliki konsekuensi serius karena negara itu memiliki sistem perawatan kesehatan yang buruk dan 26 juta penduduknya diyakini sebagian besar tidak divaksinasi.

Beberapa ahli mengatakan Korea Utara dengan laporan kasus pertamanya mungkin akan mencari bantuan dari luar.

Korea Utara telah mempertahankan kontrol anti-virus yang ketat di perbatasannya selama lebih dari dua tahun dan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang aturan lockdown barunya.

Tetapi seorang fotografer Associated Press di sisi perbatasan Korea Selatan melihat lusinan orang bekerja di ladang pertanian atau berjalan di jalan setapak di kota perbatasan Korea Utara.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa lockdown tidak mengharuskan orang-orang untuk tinggal di rumah atau meninggalkan pekerjaan pertanian.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas