Polisi Israel Serang Pelayat Palestina yang Membawa Peti Mati Jurnalis Shireen Abu Akleh
Polisi anti huru-hara Israel mendorong dan memukuli pengusung jenazah saat pemakaman jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, pada Jumat (13/5/2022).
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Inza Maliana

Saat berada di acara di Rose Garden, Presiden AS Joe Biden sempat ditanya apakah dia mengutuk tindakan polisi Israel di pemakaman Abu Akleh.
"Saya tidak tahu semua detailnya, tapi saya tahu itu harus diselidiki," jawab Biden.
Polisi Israel kemudian mengawal peti mati dengan sebuah van hitam, merobek bendera Palestina dari kendaraan saat menuju ke gereja.
"Kami mati untuk Palestina hidup!" teriak kerumunan massa.
"Rumah kita tercinta!" tambah mereka.
Kemudian, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Palestina dan meneriakkan "Palestina, Palestina!" sebelum jenazah Abu Akleh dimakamkan di pemakaman di luar Kota Tua.
Makamnya dihiasi dengan bendera Palestina dan bunga.
Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot dan kepala biro Al Jazeera, Walid Al-Omari, meletakkan bunga di kuburan.

Salah Zuheika, seorang warga Palestina berusia 70 tahun, menyebut Abu Akleh "putri Yerusalem" dan mengatakan kerumunan besar itu adalah "hadiah" atas kecintaannya pada kota.
"Kami sudah merindukannya, tetapi apa yang terjadi hari ini di kota tidak akan dilupakan," katanya.
Abu Akleh adalah anggota komunitas kecil Kristen Palestina di Tanah Suci.
Umat Kristen dan Muslim Palestina berbaris bersama satu sama lain pada Jumat (13/5/2022) dalam sebuah pertunjukan persatuan.
Jurnalis Abu Akleh ditembak di kepala selama serangan militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat.
Tetapi keadaan penembakan itu masih diperdebatkan.