Polisi Israel Serang Pelayat Palestina yang Membawa Peti Mati Jurnalis Shireen Abu Akleh
Polisi anti huru-hara Israel mendorong dan memukuli pengusung jenazah saat pemakaman jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, pada Jumat (13/5/2022).
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Inza Maliana

Palestina mengatakan tembakan tentara zionis telah merenggut nyawa Abu Akleh, di sisi lain militer Israel mengatakan bahwa ia tewas dalam baku tembak dengan militan Palestina.
"Kesimpulan dari penyelidikan sementara adalah tidak mungkin untuk menentukan sumber tembakan yang menghantam dan membunuh reporter itu," kata militer Israel.
Israel menyerukan penyelidikan bersama dengan Otoritas Palestina (PA) dan menyerahkan peluru itu untuk analisis forensik guna menentukan siapa yang menembakkan peluru mematikan tersebut.
PA menolak, mengatakan akan melakukan penyelidikan sendiri dan mengirimkan hasilnya ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang sudah menyelidiki kemungkinan kejahatan perang Israel.

Baca juga: Selain Shireen Abu Akleh, Berikut 45 Jurnalis yang Tewas di Tangan Pasukan Israel Sejak Tahun 2000
Baca juga: Berita Foto : Brutal, Polisi Israel Serang Pelayat Shireen Abu Akleh
Wartawan yang bersama Abu Akleh, yang juga tertembak dan terluka, mengatakan tidak ada bentrokan atau militan di daerah terdekat.
Semuanya mengenakan alat pelindung diri yang dengan jelas mengidentifikasi mereka sebagai reporter.
PA dan Al Jazeera, yang telah lama memiliki hubungan yang tegang dengan Israel, menuduh Israel sengaja membunuh Abu Akleh.
Adegan kekerasan yang dilakukan polisi Israel menambah kemarahan Palestina atas pembunuhan Abu Akleh.
Abu Akleh, merupakan jurnalis kawakan yang telah meliput konflik Palestina dan Timur Tengah selama lebih dari dua dekade.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)