POPULER Internasional: Pasukan Ukraina di Mariupol Menyerah | Rusia Kerahkan Rudal Dekat Finlandia
Rangkuman berita populer Internasional, di antaranya nasib tentara Ukraina di pabrik baja Mariupol yang menyerahkan diri.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati

4. Pasutri di India Gugat Anak dan Menantu karena Tak Beri Cucu, Minta Ganti Rugi Rp 9,4 Miliar

Sepasang suami istri di India menggugat putra dan menantu perempuan mereka karena tidak memberikan cucu setelah enam tahun menikah.
Sadhana dan Sanjeev Prasad, yang tinggal di Haridwar, sebuah kota di negara bagian Uttarakhand utara, mengajukan petisi tersebut bulan ini.
Dalam petisi tersebut tertulis Sadhana dan Prasad meminta ganti rugi sebesar 50 juta rupee India atau sekira Rp 9,4 miliar kepada putra mereka, 35, dan istrinya, 31.
Pasangan itu juga mengklaim telah menghabiskan sekitar 20 juta rupee India atau sekira Rp 3,7 miliar untuk membesarkan putra mereka, yang merupakan anak tunggal.
"Mereka membesarkannya, mendidiknya, membuatnya mampu, menjadikannya pilot yang mahal," kata kuasa hukum pasangan itu, Arvind Srivastava, Senin (16/5/2022).
Baca juga: Gara-gara Belum Diberi Cucu, Orang Tua di India Gugat Anak Sendiri, Tuntut Ganti Rugi Rp9,4 Miliar
Baca juga: Orang Tua di India Gugat Anaknya karena Tak Berikan Cucu, Tuntut Ganti Rugi Rp9,4 Miliar
Pasangan itu ingin memiliki cucu sama seperti orang-orang di lingkungan mereka yang bisa bermain dengan cucu.
Mereka juga menegaskan bahwa mereka tidak menikahkan putra dan menantunya untuk hidup berdua saja.
Mereka mengancam untuk diberikan cucu tahun depan atau putra dan menantunya memberi uang ganti rugi.
"Mereka melihat orang-orang di lingkungan mereka bermain dengan cucu-cucu mereka dan merasa mereka juga harus memiliki cucu," kata Srivastava seperti dikutip CNN.
"Mereka bilang mereka tidak menikahkan (putra dan menantunya) supaya bisa hidup sendiri. Jadi mereka bilang tahun depan, beri kami cucu atau ganti rugi."
(Tribunnews.com)