Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menteri Luar Negeri AS Telepon Menlu Rusia Selama 25 Menit, Ini yang Mereka Bahas

Blinken mendesak Kremlin untuk menerima proposal yang diajukan Washington untuk menjamin pembebasan dua orang Amerika yang ditahan Rusia

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Menteri Luar Negeri AS Telepon Menlu Rusia Selama 25 Menit, Ini yang Mereka Bahas
AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kiri) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu di Jenewa, Swiss, pada Jumat (21/1/2022) untuk membahas tentang Ukraina. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Jumat (29/7/2022) melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melalui panggilan telepon selama 25 menit. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Jumat (29/7/2022) melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melalui panggilan telepon selama 25 menit.

Blinken mendesak Kremlin untuk menerima proposal yang diajukan Washington untuk menjamin pembebasan dua orang Amerika yang ditahan Rusia.

Ini merupakan percakapan pertama keduanya sejak Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Baca juga: Blinken Tidak Berencana Bicara dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Pertemuan FMM G20 Bali

"Kami melakukan percakapan yang jujur dan langsung. Saya mendesak Kremlin untuk menerima proposal substansial yang kami ajukan untuk pembebasan Paul Whelan dan Brittney Griner," kata Blinken pada konferensi pers di Departemen Luar Negeri AS, yang dikutip dari Reuters.

Diskusi keduanya muncul saat seorang sumber mengatakan Rusia mencoba menambahkan Vadim Krasikov, terpidana kasus pembunuhan ke dalam pertukaran tahanan. Menurut sumber tersebut, para pejabat AS tidak memandang gagasan ini secara serius karena Krasikov berada dalam tahanan Jerman.

Tanpa memberikan rincian, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menolak tawaran tersebut.

"Menahan dua sandera Amerika yang ditahan secara salah untuk pembebasan seorang pembunuh Rusia di tahanan negara ketiga bukanlah tawaran balasan yang serius. Ini adalah upaya itikad buruk untuk menghindari kesepakatan di atas meja yang harus diambil Rusia," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Adrienne Watson.

Lavrov menyarankan kepada Blinken agar kedua belah pihak berdiplomasi secara diam-diam mengenai masalah pertukaran tahanan ini.

"Mengenai kemungkinan pertukaran warga Rusia dan AS yang dipenjara, pihak Rusia sangat menyarankan kembali ke praktik penanganan ini secara profesional dan menggunakan 'diplomasi diam-diam' daripada membuang informasi spekulatif," kata kementerian luar negeri Rusia.

Baca juga: Menlu Sergei Lavrov: Uni Eropa dan NATO Sedang Bentuk Koalisi untuk Perang Melawan Rusia

Pekan ini AS mengumumkan mereka membuat tawaran dengan Rusia, beberapa minggu yang lalu, untuk mengamankan pembebasan bintang WNBA Brittney Griner dan mantan Marinir AS Paul Whelan namun tidak mengungkapkan apa yang ditawarkan pihak AS.

Seorang sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, AS bersedia menukar tahanan Rusia Viktor Bout yang terjerat kasus perdagangan senjata sebagai bagian dari kesepakatan. Bout menjalani hukuman penjara selama 25 tahun di AS.

Bahas Ekspor Biji-bijian

Dalam pembicaraan tersebut, Blinken juga menekankan agar Rusia memenuhi komitmennya terhadap kesepakatan dengan Ukraina yang dicapai di Turki, untuk membuka kembali ekspor biji-bijian dan pupuk yang telah diblokir oleh pasukan Moskow, sehingga memperparah krisis pangan global.

"Duta Besar Brink, duta besar kami untuk Ukraina, berada di Odessa pagi ini. Dia mengkonfirmasi bahwa kapal-kapal telah dimuat dan siap untuk berangkat. Seperti yang saya jelaskan, kami ingin melihat kemajuan itu secepat mungkin," katanya.

Lavrov mengatakan kepada Blinken, bahwa sanksi AS yang memperumit situasi pangan global.

Menlu AS ini juga memperingatkan Lavrov agar Rusia tidak mencaplok lebih lanjut wilayah Ukraina.

Baca juga: Rusia tidak bersih dan tidak merasa malu, kata Menlu Sergei Lavrov

"Dunia tidak akan mengakui pencaplokan. Kami akan mengenakan biaya tambahan yang signifikan pada Rusia jika melanjutkan rencananya," katanya.

Lavrov pun membalas peringatan Blinken ini dengan mengatakan pengiriman senjata AS dan NATO ke angkatan bersenjata Ukraina hanya akan memperpanjang konflik dan penderitaan rezim di Kyiv serta melipatgandakan korban.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas