Tribun

Jaksa dan Polisi Tidak Mendakwa Tersangka Kasus Suap di Kementerian Komunikasi Jepang

Pihak kejaksaan dan kepolisian Jepang menarik balik, tidak mendakwa tidak melanjutkan kasus suap yang terjadi di kementerian dalam negeri

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Jaksa dan Polisi Tidak Mendakwa Tersangka Kasus Suap di Kementerian Komunikasi Jepang
Richard Susilo
Presiden Tohokushinsha Shinya Nakajima hadir di parlemen Jepang, Senin (15/3/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pihak kejaksaan dan kepolisian Jepang menarik balik, tidak mendakwa dan tidak melanjutkan kasus suap yang terjadi di kementerian dalam negeri dan komunikasi Jepang tahun lalu.

Departemen Investigasi Khusus Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo telah memutuskan bahwa kepala seksi Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi pada saat itu tidak dituntut setelah dituduh melakukan suap sehubungan dengan masalah eksekutif yang menerima hiburan dari perusahaan penyiaran satelit sebagai hasil investigasi ulang diungkapkan Jumat ini (12/8/2022).

Dalam insiden di mana eksekutif Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menerima hiburan dari afiliasi penyiaran satelit Tohokushinsha yang melanggar kode etik pegawai negeri, sebuah kelompok sipil menuduh 12 eksekutif Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi dan Tohokushinsha pada dugaan suap.

Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo telah mengajukan pengaduan pidana yang mengklaim bahwa ada, namun kemudian Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo memutuskan untuk tidak mendakwa mereka semua pada Maret tahun ini.

Menanggapi hal ini, Dewan Pemeriksa Penuntut Umum Pertama Tokyo mengatakan bulan Juli 2022 bahwa manajer bagian yang bertanggung jawab atas persetujuan terkait penyiaran satelit di antara 12 orang "tidak dapat menyangkal kemungkinan bahwa dia mencoba membuat segalanya nyaman untuk Tohokushinsha."

Kemudian diputuskan bahwa ``non-penuntutan tidak masuk akal,'' dan untuk 11 orang lainnya, ``non-penuntutan adalah tepat.''

Menanggapi hal ini, Departemen Investigasi Khusus menyelidiki kembali manajer seksi pada saat itu, dan pada tanggal 12 Agustu sini memutuskan untuk tidak mendakwanya lagi karena kecurigaan yang tidak memadai, dengan mengatakan, ``Tidak ada cukup bukti untuk mengakui kejahatan tersebut.''

Akibatnya, serangkaian investigasi terhadap masalah perhotelan di sekitar Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi akan berakhir secara efektif.

Sebagai informasi, salah satu eksekutif Tohokushinshayang ikut berperan menjamu para PNS termasuk manajer kementerian tersebut adalah Seigo Suga (39), putera sulung PM Jepang Yoshihide Suga.

"Yasuhiko Taniwaki, Wakil Menteri Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang saat itu, juga dihibur di restoran yang sama pada 3 Juli 2020. Penghibur tersebut adalah mantan presiden NTT DATA Iwamoto. Kenji Kanasugi (sekarang Duta Besar Jepang untuk Indonesia) yang saat itu menjabat sebagai Wakil Direktur Luar Negeri, turut hadir. Total biaya makanan dan minuman untuk empat orang adalah sekitar 193.000 yen," tulis Bunshun Online tanggal 3 maret 2021.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas