Tribun

Olimpiade Tokyo

Eksekutif Olimpiade Tokyo 2020 Haruyuki Takahashi Ditangkap atas Tuduhan Terima Suap

Haruyuki Takahash ditangkap pada 17 Agustus 2022 karena dicurigai menerima suap, kata jaksa, bersama dengan tiga orang lainnya.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Eksekutif Olimpiade Tokyo 2020 Haruyuki Takahashi Ditangkap atas Tuduhan Terima Suap
ISSEI KATO / POOL / AFP
(FILES) File foto ini diambil pada 30 Maret 2020 menunjukkan Haruyuki Takahashi, anggota dewan eksekutif Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (Tokyo 2020), tiba untuk menghadiri pertemuan dewan eksekutif Tokyo 2020 tentang virus corona COVID-19 wabah di Tokyo. Takahashi, seorang anggota dewan untuk Olimpiade Tokyo, ditangkap pada 17 Agustus 2022 karena dicurigai menerima suap, kata jaksa, bersama dengan tiga pria lain yang terkait dengan skandal itu. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mantan anggota panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 telah ditangkap karena dicurigai melakukan korupsi, Rabu (17/8/2022).

Dikutip BBC, Haruyuki Takahashi (78) dituduh menerima pembayaran sebesar $380.000 (£315.000) dari pengecer setelan bisnis kelas atas.

Berdasarkan dokumen yang dilihat kantor berita AFP dari Kantor Kejaksaan Tokyo, Takahashi dituduh mengambil sejumlah uang dengan pemahaman bahwa itu adalah pembayaran "terima kasih" untuk perawatan yang dia berikan kepada Aoki Holdings.

Mereka menuduh bahwa lebih dari 50 transaksi terjadi antara Oktober 2017 dan Maret 2022 dengan mengirim uang ke rekening bank perusahaan yang dijalankan oleh Takahashi.

Pengecer Aoki Holdings, adalah mitra resmi Olimpiade Tokyo 2020.

Menurut kantor berita Reuters, Takahashi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca juga: Napak Tilas Olimpiade Tokyo, Greysia Polii Sebut Dirinya Menangis dan Tegang di Perempat Final

Haruyuki Takahashi
(FILES) File foto ini diambil pada 30 Maret 2020 menunjukkan Haruyuki Takahashi, anggota dewan eksekutif Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (Tokyo 2020), tiba untuk menghadiri pertemuan dewan eksekutif Tokyo 2020 tentang virus corona COVID-19 wabah di Tokyo. 

Dilansir globaltime, Takahashi ditangkap bersama dengan Ketua Aoki Hironori Aoki (83) dan dua eksekutif lainnya dari pengecer, menurut dokumen Kantor Kejaksaan Tokyo yang dilihat oleh AFP.

Pegawai negeri dilarang terima uang

Menurut media lokal, para pejabat telah menyelidiki apakah pembayaran sebelumnya yang diterima melanggar undang-undang yang melarang pegawai negeri mengambil uang sehubungan dengan peran mereka.

Perusahaan telah merilis pernyataan yang mengatakan bahwa mereka sepenuhnya bekerja sama dengan jaksa.

Pada hari itu juga, Aoki Holdings mengeluarkan pernyataan permintaan maaf. untuk "masalah besar" yang disebabkan oleh penangkapan dan mengatakan perusahaan "menganggap masalah ini serius."

"Kami akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan oleh pihak berwenang," katanya.

Baca juga: Nasib Apes Ganda Putra Juara Olimpiade Tokyo, Tampil di Rumah Sendiri juga Tak Bisa Akhiri Paceklik

Anggota panitia penyelenggara Olimpiade 2014

Sebagai mantan eksekutif di salah satu biro iklan terbesar di Jepang, Dentsu Inc, Takahashi menjadi anggota panitia penyelenggara Olimpiade pada tahun 2014.

Meskipun sebagian besar telah menutup operasi, komite tetap mempertahankan kehadiran keuangan untuk menangani masalah akuntansi.

Olimpiade Tokyo diadakan pada tahun 2021 setelah penundaan satu tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pandemi COVID-19.

Berita lain terkait dengan Olimpiade Tokyo

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas