Kisah Cinta 7 Dekade Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip yang Berakhir di Keabadian
Kisah cinta tujuh dekade dari Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip pun telah berakhir. Kini mereka memadu kasih di keabadian.
Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Kisah cinta Ratu Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip benar-benar hingga akhir hayat.
Hal tersebut terbukti ketika sukses membina pernikahan selama 73 tahun hingga keduanya meninggal dunia.
Pangeran Philip, yang juga mendampinginya selama tujuh dekade menjadi Ratu Inggris, meninggal dunia setahun sebelumnya tepatnya 9 April 2021 di usia 99 tahun.
Keharmonisan pasangan ini pun mampu dijaga hingga akhir hayatnya sembari menjalankan tugas kerajaan yang harus diemban keduanya.
Lalu bagaimana kisah cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip ini berawal? Berikut riwayatnya.
Bertemu Sejak Kecil
Dikutip dari usmagazine.com, pada tahun 1934 tepatnya saat itu Elizabeth yang masih berumur delapan tahun bertemu dengan Philip.
Pertemuan mereka terjadi saat menghadiri pesta pernikahan Putri Marina dan Pangeran George.
Lima tahun kemudian, keduanya pun bertemu kembali saat Elizabeth berumur 13 tahun sedangkan Phillip berusia 18 tahun di Royal Naval College yang diadakan di Dartmouth.
Berawal dari pertemuan kedua inilah, perasaan saling mencintai mulai tumbuh.
Menikah dan Dikaruniai 4 Anak
Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Mengalami Masalah Mobilitas Episodik Setelah Ditinggal Pangeran Philip
Mereka pun resmi bertunangan pada Juli 1947 dan resmi menikah di bulan November di tahun yang sama.
"Dia (Philip) adalah seseorang yang sulit untuk dipuji tetapi dengan mudah menjadi kekuatanku dan bersamaku selama ini," kata Elizabeth saat berpidato memperingati pernikahan emasnya ke-50 pada tahun 1997.
Dalam pernikahannya, mereka dikaruniai empat orang anak yaitu Pangeran Charles (1948), Putri Anne (1950), Pangeran Andrew (1960), dan Pangeran Edward (1964).
Kemudian Elizabeth dan Philip pun dilantik menjadi pasangan ratu dan raja pada 2 Juni 1953 sepeninggal ayah Elizabeth, Raja George VI di bulan Februari 1952.
Perjanjian Philip kepada Elizabeth, Janji Dampingi Hingga Akhir Hayat
Acara pelantikan digelar di Westminster Abbey pada 2 Juni 1953 dan dihadiri 8.000 tamu undangan serta 20 juta menonton di seluruh dunia.
Saat pelantikan dilakukan, Philip mengucapkan janji akan mendampingi Elizabeth yang diangkat menjadi ratu Inggris.
"Saya, Philip, Duke of Edinburgh, mau menjadi pendampingmu sepanjang hayat," katanya.
Jadi Saksi Sejarah Dunia dan Kerja Sama Selesaikan Skandal Kerajaan
Pelantikan Elizabeth menjadi ratu Inggris ini membuat Philip melepas karier militernya demi mendampingi istrinya itu dalam mengemban tiap tugasnya.
Padahal ketika itu, Philip dianggap perwira muda dengan karier cemerlang.
Dua pasangan bangsawan ini pun menjadi saksi sejarah dunia seperti Perang Dingin, runtuhnya Tembok Berlin, hingga runtuhnya USSR menjadi Rusia.
Bahkan mereka juga harus menghadapi skandal-skandal Kerajaan Inggris dan mencari solusinya.
Phillip yang bukan merupakan orang yang 'utama' dalam Kerajaan Inggris justru menjadi tumpuan hidup bagi Ratu Elizabeth II.
Hal tersebut pun dibuktikannya dalam sebuah wawancara pada tahun 2011.
Pangeran Phillip mengaku terdapat satu tugas utama yang harus dijalani ketika dirinya memilih jalan hidup untuk menjadi suami seorang ratu yaitu pelayanan.
"Menikah dengan ratu, menurut saya, tugas pertama saya adalah melayaninya sebaik mungkin," katanya.
Philip Wafat 10 Hari Sebelum Ulang Tahun Ratu Elizabeth II
Pendampingan Philip kepada Ratu Eilzabeth pun telah usai setelah dirinya wafat pada 9 April 2021 setelah satu bulan dirawat di Windsor Castle.
Sehari setelah pemakamannya yaitu pada 20 April 2021 sebenarnya adalah ulang tahun dari Ratu Elizabeth II yang ke-95.
Namun, kenyataan berbeda harus dihadapi Elizabeth ketika Philip harus berpulang mendahuluinya.
"Saya, dalam peringatan ulang tahun saya yang ke-95 hari ini (21 April 2021), memperoleh banyak pesan doa yang begitu saya apresiasi. Ketika sebagai keluarga kita dalam masa duka, peringatan hari ini menguatkan kita untuk memberikan penghormatan kepada suami saya dari Inggris, negara persemakmuran, dan seluruh dunia."
"Keluarga dan saya sendiri mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kebaikan yang diperlihatkan kepada kita dalam beberapa hari ini. Kita sangatlah tersentuh dan berlanjut untuk memperingati bahwa Philip adalah sosok yang memiliki dampak luar biasa untuk seluruh orang di dunia selama dirinya hidup," demikian pidato Elizabeth saat perayaan ulang tahunnya.
Baca juga: Peringatan Satu Tahun Kematian Pangeran Philip, Siapa Saja Anggota Kerajaan yang Hadir?
Seusai wafat, hari-hari Ratu Elizabeth II pun harus dijalani sendiri.
Ia pun harus merayakan Natal pada tahun 2021 tanpa didampingi oleh Philip.
"Meski hari ini adalah kebahagiaan dan keceriaan bagi orang banyak, Natal dapat menjadi sulit bagi yang ditinggal oleh orang yang dicintai."
"Tahun ini, khususnya saya memahami," katanya.
Ratu Elizabeth II Wafat: Berakhirnya Kisah Cinta 7 Dekade yang Menuju Keabadian
Kabar duka pun kembali muncul dari Kerajaan Inggris.
Pada Kamis (8/9/2022) sore waktu setempat, Ratu Elizabeth II meninggal dunia di Kastil Baltimor, Skotlandia.
Istana Buckingham pun mengumumkan kabar duka itu di akun Twitter, @RoyalFamily.
"Ratu wafat dalam tenang di Balmoral sore ini. Raja (Pangeran Charles) dan Ratu (Putri Camilla) akan tetap berada di Balmoral malam ini (Kamis) dan akan kembali ke London keesokan hari," tulis @RoyalFamily.
Meninggalnya Ratu Elizabeth II pun menutup kisah cinta tujuh dekade dengan Philip.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
Artikel lain terkait Ratu Elizabeth Meninggal
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.