Tribun

Daftarkan Beberapa Merek Dagang, Heineken Ingin Gantikan Eksistensi Coca Cola di Rusia

Raksasa minuman asal Belanda itu dilaporkan telah mendaftarkan merek dagang Royal Cola Original, Royal Cola Zero, Tony Lemony Orange dan lainnya.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Daftarkan Beberapa Merek Dagang, Heineken Ingin Gantikan Eksistensi Coca Cola di Rusia
http://www.wartabuana.com
Minuman Soda. Brand Heineken Rusia telah mendaftarkan beberapa merek dengan kata 'cola' pada nama produknya. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Harian bisnis Rusia Kommersant menyampaikan brand Heineken Rusia telah mendaftarkan beberapa merek dengan kata 'cola' pada nama produknya.

Informasi ini mengutip dokumen yang diajukan ke Layanan Federal negara itu untuk Akreditasi.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (20/9/2022), divisi Rusia dari raksasa minuman asal Belanda itu dilaporkan telah mendaftarkan merek dagang seperti Royal Cola Original, Royal Cola Zero, Tony Lemony Orange dan Tony Lemony Lemon.

Sederet merek dagang itu diharapkan dapat mengisi celah pasar yang ditinggalkan oleh Coca-Cola dan PepsiCo setelah dua brand tersebut memilih hengkang dari Rusia karena sanksi Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.

Baca juga: Tak Ikut Jatuhkan Sanksi untuk Rusia, Muncul Seruan Boikot McDonalds dan Coca-Cola

Minuman tersebut dapat dikemas dalam botol kaca atau plastik, juga dalam kaleng aluminium dan akan diproduksi di pabrik-pabrik Rusia yang dimiliki oleh Heineken.

Sebagai produsen bir terbesar ketiga di Rusia, Heineken mengoperasikan tujuh pabrik pembuatan bir di seluruh negeri.

Portofolio perusahaan itu mencakup lebih dari 35 merek lokal dan internasional, termasuk Amstel, Krušovice, Affligem, dan Gösser.

Tahun lalu, pendapatannya di negara itu mencapai 613 juta dolar AS.

Sementara pada Maret lalu, Heineken mengumumkan rencana untuk menghentikan investasi dan ekspor baru ke Rusia.

Kemudian perusahaan itu mengatakan akan berhenti membuat, mengiklankan, dan menjual produk Heineken di negara yang terkena sanksi.

Heineken berjanji untuk terus mengurangi operasi di Rusia demi keselamatan karyawannya dan untuk 'meminimalkan risiko nasionalisasi' sampai pembeli untuk bisnis tersebut dapat ditemukan.

Pada saat yang sama, raksasa minuman ringan AS Coca Cola mengumumkan rencana untuk menghentikan bisnisnya di Rusia, bergabung dengan eksodus merek-merek Barat di tengah sanksi atas konflik yang terjadi di Ukraina.

Selama ini Coca Cola mengoperasikan 10 pabrik di Rusia, memproduksi minuman ringan termasuk Fanta, Sprite dan Schweppes, bersamaan dengan merek lokal seperti Bonaqua, Dobry, Moya, Semya dan Rich juice.

PepsiCo juga mengumumkan langkah serupa, dengan mengatakan akan menghentikan penjualan Pepsi Cola dan minuman lain dari merek globalnya, termasuk 7UP dan Mirinda di Rusia.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas