Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ukraina Klaim Orang-orang Dipaksa Berpartisipasi dalam Referendum 4 Wilayah Pendudukan Rusia

Penyelenggaraan referendum terkesan tergesa-gesa, terutama setelah Ukraina merebut kembali sebagian besar wilayah timur laut dalam serangan balasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ukraina Klaim Orang-orang Dipaksa Berpartisipasi dalam Referendum 4 Wilayah Pendudukan Rusia
Graeme Bruce/CBC News
Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang akan mengadakan referendum. Penyelenggaraan referendum terkesan tergesa-gesa, terutama setelah Ukraina merebut kembali sebagian besar wilayah timur laut dalam serangan balasan awal bulan ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menggelar referendum di empat wilayah pendudukan di Ukraina, pada Jumat (23/9/2022).

Referendum dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni dari 23-27 September 2022.

Penyelenggaraan referendum terkesan tergesa-gesa, terutama setelah Ukraina merebut kembali sebagian besar wilayah timur laut dalam serangan balasan awal bulan ini.

Banyak yang menganggap pemungutan suara itu palsu.

Sebagian besar pemimpin negara mengaku tidak akan mengakui hasil referendum.

Dikutip Reuters, para pejabat Ukraina mengklaim orang-orang dilarang meninggalkan beberapa derah yang diduduki sampai referendum selesai.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina: Rusia Dituding Gelar Referendum Palsu untuk Caplok Wilayah Ukraina

Dikatakan, beberapa kelompok bersenjata menerobos rumah penduduk, karyawan perkantoran diancam akan dipecat jika menolak berpartisipasi dalam referendum.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, dalam pidato hariannya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut referendum dengan tegas dikecam oleh dunia.

"Ini bukan hanya kejahatan terhadap hukum internasional dan hukum Ukraina, ini adalah kejahatan terhadap orang-orang tertentu, terhadap suatu bangsa," kata Zelensky.

Mobilisasi parsial

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan akan mengerahkan 300.000 tentara cadangan ke medan pertempuran.

Kremlin tampaknya berusaha mendapatkan kembali kemenangannya dalam perang yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022.

Zelensky menyerukan kepada warga di kawasan pendudukan Rusia agar menolak upaya untuk memobilisasi mereka berperang.

Baca juga: Antrean Panjang Orang Rusia Ingin Kabur, hingga Ramai di Media Sosial Cara Melarikan Diri dari Rusia

Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang akan mengadakan referendum
Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang akan mengadakan referendum (Graeme Bruce/CBC News)

"Bersembunyi dari mobilisasi Rusia dengan cara apapun yang Anda bisa," ucap Zelensky.

"Hindari perintah wajib militer. Cobalah untuk pindah ke wilayah Ukraina yang bebas," tuturnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas