Tribun

Pemerintah Jepang Siapkan Subsidi 7,2 Triliun Yen untuk Antisipasi Kesulitan Hidup Warganya

Pemerintah Jepang menyiapkan anggaran 7,2 triliun yen untuk subsidi masyarakat Jepang mengantisipasi kesulitan di masa depan akibat kenaikan harga.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pemerintah Jepang Siapkan Subsidi 7,2 Triliun Yen untuk Antisipasi Kesulitan Hidup Warganya
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Daftar rencana bantuan (subsidi) pemerintah Jepang untuk masyarakat di masa depan, diungkapkan partai oposisi dalam rapat Komite Anggaran parlemen, Selasa (18/10/2022). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang sedang menyiapkan anggaran 7,2 triliun yen untuk subsidi masyarakat Jepang mengantisipasi kesulitan di masa depan akibat kenaikan harga, inflasi, nilai yen yang melemah (yen yasu) dan akibat perang Rusia Ukraina.

"Pemerintah telah menyiapkan sekitar 7,2 triliun yen subsidi bagi masyarakatnya, apakah ini termasuk bagi semua anak-anak di Jepang," papar Akira Nagatsuma (62), mantan Menteri Kesehatan Jepang dan orang kedua di oposisi Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) saat bicara di sidang anggaran Parlemen Jepang (Diet), Selasa (18/10/2022).

Baca juga: Kepolisian Jepang Disebut Enggan Menggabungkan SIM ke MyNumber Card

Menanggapi hal tersebut PM Jepang Fumio Kishida membenarkan bahwa anak-anak semua akan mendapat subsidi tersebut di masa depan.

"Kita akan sampaikan nantinya rencana bagi semua anak di Jepang usia 18 tahun ke bawah," papar PM Kishida.

Rencana subsidi bagi masyarakat Jepang 7,2 triliun yen tersebut terdiri dari 4,9 triliun yen untuk rumah tangga termasuk anak usia 18 tahun ke bawah akan mendapat 100.000 yen dan satu keluarga akan mendapat 50.000 yen.

Kemudian untuk dunia usaha Jepang, akan disiapkan 0,8 triliun yen dana subsidi khususnya usaha kecil dan menengah Jepang (UKM).

Demikian pula bagi industri pariwisata khususnya turis asing yang datang ke Jepang. Serta juga bagi pengusaha restoran makanan minuman di Jepang.

Lalu sisanya sekitar 1,5 triliun yen dana subsidi tersbeut rencana akan diberikan untuk bidang energi di Jepang sehingga masyarakat tidak kesulitan dengan kenaikan harga listrik dan gas di tahun 2023 mendatang yang rencana akan meningkat tarif listrik sedikitnya 20 persen di Jepang.

Dana energi itu juga untuk mendukung mobil listrik serta panel surya dan rumah tangga yang disarankan nantinya menggunakan tenaga listrik agar lebih irit.

Sementara itu untuk info lengkap terkait beasiswa, upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif serta belajar gratis di sekolah bahasa Jepang, silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas