Tribun

Korea Selatan dan Korea Utara Memanas

Pasukan Korea Utara Tembaki Pantai Korea Selatan, Warga Setempat Panik Minta Dievakuasi

serangan yang dilakukan Pyongyang terjadi beberapa jam setelah Korea Utara menuntut Korea Selatan dan Amerika untuk menghentikan latihan militer

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Pasukan Korea Utara Tembaki Pantai Korea Selatan, Warga Setempat Panik Minta Dievakuasi
Foto Kyodo
Ilustrasi Rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara. Pasukan Korea Utara dilaporkan kembali menembakkan sepuluh rudal balistik dari area pantai Wonsan menuju ke arah laut Korea Selatan yang hanya berjarak 57 kilometer (35 mil) dari kota Sokcho, pada Rabu (2/11/2022) pagi waktu setempat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL – Pasukan Korea Utara dilaporkan kembali menembakkan sepuluh rudal balistik dari area pantai Wonsan menuju ke arah laut Korea Selatan yang hanya berjarak 57 kilometer (35 mil) dari kota Sokcho, pada Rabu (2/11/2022) pagi waktu setempat.

“Korea Utara menembakkan rudal balistik yang belum teridentifikasi ke arah Laut Timur," bunyi pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer Korsel.

Meski hanya ada satu rudal yang mendarat tepat di area pantai Garis Batas Utara (NLL) yang merupakan perbatasan maritim yang masih bersengketa dengan Korea Selatan, namun imbas dari serangan tersebut membuat sirine peringatan udara di sekitar kawasan itu berbunyi keras, sekitar pukul 08.55 waktu setempat.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan 10 Rudal ke Dekat Perairan Korea Selatan, Seoul Balas Luncurkan 3 Rudal

Hingga memicu kepanikan para warga Korea Selatan, salah satunya masyarakat dari pulau Ulleungdo yang terletak di pesisir pantai timur. Ratusan warga yang panik lantas dievakuasi pemerintah setempat ke ruangan bawah tanah.

Mengutip dari Deutsche Welle, serangan yang dilakukan Pyongyang terjadi beberapa jam setelah Korea Utara menuntut Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk menghentikan latihan militer Vigilant Storm yang di gelar di semenanjung Korea. Korea Utara menilai latihan tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat memicu perpecahan perjanjian antara Pyongyang dan Seoul.

"Jika AS dan Korea Selatan berusaha menggunakan angkatan bersenjata melawan Korea Utara tanpa rasa takut, sarana khusus angkatan bersenjata Korut akan menjalankan misi strategis mereka tanpa penundaan dan AS dan Korea Selatan harus menghadapi kasus yang mengerikan dan membayar harga paling mengerikan dalam sejarah," kata Pak Jong Chon, sekretaris Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara

Merespon serangan Korea Utara, juru bicara militer Korea Selatan mengatakan pihak berwenang saat ini sedang menganalisis rudal tersebut untuk mencari tahu apakah rudal-rudal ini dengan sengaja ditembakkan atau keluar jalur dari arah tembakan. Sementara itu menteri Pertahanan Jepang menuturkan peluncuran rudal balistik Korut kali ini tidak dapat ditoleransi lagi.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Rudal ke Selatan untuk Pertama Kali sejak Perang Korea

Serangan seperti ini bukanlah kali pertama yang dilakukan Korea Utara, selama setahun terakhir negara ini dilaporkan telah aktif melakukan uji coba rudal.

Meski Korut mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan tindakan defensif, namun sejumlah negara di Asia Tenggara menganggap bahwa serangan tersebut merupakan ancaman yang berbahaya.

Aksi itu bahkan memicu kekhawatiran di antara para pejabat AS dan Korea Selatan hingga mereka memperkuat pertahanan di kawasan perbatasan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas