Tribun

Setelah Insiden Penembakan, Imran Khan Tuduh PM Shehbaz Sharif Ingin Membunuhnya

Imran Khan menuduh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menggantikannya sejak April lalu, terlibat dalam penembakan tersebut.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Setelah Insiden Penembakan, Imran Khan Tuduh PM Shehbaz Sharif Ingin Membunuhnya
Kolase Foto Tribunnews
Mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan ditembak di kakinya di tengah sebuah acara pawai di Gujranwala. - Imran Khan menuduh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menggantikannya sejak April lalu, terlibat dalam penembakan tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - Imran Khan, mantan Perdana Menteri Pakistan muncul setelah insiden penembakan yang melukainya di tengah demonstrasi beberapa hari lalu.

Kepada wartawan, Imran Khan menuduh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menggantikannya sejak April lalu, terlibat dalam penembakan tersebut.

Ia juga menuduh Menteri Dalam Negeri, Rana Sanaullah, serta seorang komandan tentara senior turut serta.

"Ketiganya memutuskan untuk membunuh saya," kata Khan dalam penampilan publik perdananya sejak penyerangan pada Kamis (3/11/2022), dilansir Al Jazeera

Khan mengungkapkan ada dua pria bersenjata yang melakukan penembakan itu.

Pemerintah membantah tuduhan eks PM itu dan menduga upaya pembunuhan itu dilakukan seorang pria bersenjata karena faktor ekstremisme.

Baca juga: Mantan PM Pakistan Imran Khan Muncul setelah Insiden Penyerangan, Sebut Dirinya Ditembak 4 Kali

"Pemerintah Pakistan telah diminta untuk menyelidiki masalah ini dan memulai tindakan hukum terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pencemaran nama baik dan tuduhan palsu terhadap institusi dan pejabatnya tanpa bukti apapun," kata Inter Services Public Relations (ISPR) militer dalam sebuah pernyataan.

Tuduhan dari Khan juga disangkal Menteri Sanaullah, sembari mendesak dilakukan penyelidikan independen.

Serangan terhadap konvoi Imran Khan menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 10 orang.

Mantan bintang kriket internasional berusia 70 tahun itu telah memimpin ribuan konvoi kampanye sejak pekan lalu dari Lahore ke Islamabad.

Duduk di kursi roda dengan kaki kanannya digips dan kaki kirinya diperban, Khan berbicara selama lebih dari satu jam dalam penampilan perdananya di media.

Sepanjang acara, ia mencela pemerintah serta penggulingannya pada awal tahun lalu.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (2R) dan pemimpin Gerakan Muttahida Qaumi (MQM-P) dan mitra kerja pemerintah yang baru dibentuk Khalid Maqbool Siddiqui (kiri) pergi setelah pertemuan di Karachi pada 13 April 2022. Anggota parlemen Pakistan pada April 11 memilih Shehbaz Sharif sebagai perdana menteri baru negara itu setelah penggulingan akhir pekan Imran Khan, yang mengundurkan diri dari kursi majelis nasionalnya - bersama dengan sebagian besar anggota partainya - menjelang pemungutan suara.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (2R) dan pemimpin Gerakan Muttahida Qaumi (MQM-P) dan mitra kerja pemerintah yang baru dibentuk Khalid Maqbool Siddiqui (kiri) pergi setelah pertemuan di Karachi pada 13 April 2022. Anggota parlemen Pakistan pada April 11 memilih Shehbaz Sharif sebagai perdana menteri baru negara itu setelah penggulingan akhir pekan Imran Khan, yang mengundurkan diri dari kursi majelis nasionalnya - bersama dengan sebagian besar anggota partainya - menjelang pemungutan suara. - Imran Khan menuduh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menggantikannya sejak April lalu, terlibat dalam penembakan tersebut. (Asif HASSAN / AFP)

Ia mendesak masyarakat Pakistan melanjutkan perjuangannya, serta berjanji akan kembali melancarkan aksi protes menuju Islamabad setelah pulih.

Khan mengimbau ketua hakim Pakistan mengambil tindakan terhadap ketidakadilan yang terjadi kepada dirinya dan para pekerja partainya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas