Tribun

Kasus Covid-19 di Guangzhou Naik Tajam, Makin Banyak Kota di China Terapkan Lockdown

Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, melaporkan 2.377 kasus lokal baru untuk 7 November atau naik dari 1.971 pada hari sebelumnya.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Kasus Covid-19 di Guangzhou Naik Tajam, Makin Banyak Kota di China Terapkan Lockdown
Bloomberg
Suasana pemandangan Kota Zhengzhou di China yang kini sepi sejak diberlakukannya kebijakan lockdown oleh Pemerintah China karena lonjakan infeksi baru Covid-19. Kota-kota yang secara ekonomi vital, termasuk ibu kota China, Beijing, mengalami lonjakan kasus, sehingga mengharuskan diadakan lebih banyak tes PCR bagi penduduknya dan memicu lockdown atau penguncian. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Kasus Covid-19 meningkat tajam di Guangzhou dan kota-kota besar di China lainnya menurut data resmi yang diterbitkan hari ini, Selasa (8/11/2022).

Dikutip dari Reuters, Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, melaporkan 2.377 kasus lokal baru untuk 7 November atau naik dari 1.971 pada hari sebelumnya.

Angka itu adalah lompatan dramatis dari peningkatan dua digit pada dua minggu lalu, ketika kota di selatan China yang luas dan mendapat julukan 'lantai pabrik dunia' ini berusaha memerangi wabah Covid-19.

Baca juga: Lockdown China Tak Mempan Membendung Covid-19, Infeksi Melonjak Tertinggi dalam 6 Bulan

Infeksi menular lokal baru naik menjadi 7.474 pada 7 November dan menjadi yang tertinggi sejak 1 Mei, berdasarkan data dari otoritas kesehatan China, naik dari 5.496 kasus pada sehari sebelumnya.

Kota-kota yang secara ekonomi vital, termasuk ibu kota China, Beijing, mengalami lonjakan kasus, sehingga mengharuskan diadakan lebih banyak tes PCR bagi penduduknya dan memicu lockdown atau penguncian.

Banyak distrik di Guangzhou, termasuk Haizhu, telah memberlakukan berbagai tingkat pembatasan dan lockdown. Namun sejauh ini, Guangzhou menolak melakukan lockdown seperti yang terjadi di Shanghai awal tahun ini.

Shanghai, yang saat ini tidak menghadapi kebangkitan Covid-19, melakukan lockdown pada April dan Mei setelah melaporkan ribuan infeksi baru setiap hari pada minggu terakhir di Maret.

Baca juga: Ekspor dan Impor China Menyusut di Oktober 2022 Imbas Penerapan Lockdown Covid-19

Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan tengah dan basis produksi utama untuk pemasok Apple Foxconn, melaporkan 733 kasus lokal baru untuk 7 November, naik lebih dari dua kali lipat dari hari sebelumnya.

Sementara di Beijing, pihak berwenang mendeteksi 64 infeksi lokal baru, peningkatan yang lebih kecil dibandingkan Guangzhou dan Zhengzhou, namun cukup untuk memicu ledakan tes PCR baru bagi banyak penduduknya dan lockdown di tempat kasus ditemukan.

"Situasi penguncian terus memburuk dengan cepat di seluruh negeri selama seminggu terakhir, dengan indeks penguncian COVID China internal kami naik menjadi 12,2 persen dari total PDB China dari 9,5% Senin lalu," tulis perusahaan keuangan, Nomura dalam sebuah laporan pada Senin.

Di kota Metropolitan Chongqing, dilaporkan sebanyak 281 kasus lokal baru, lebih dari dua kali lipat di hari sebelumnya.

Baca juga: Apple Pangkas Produksi Iphone 14 Pro hingga 3 Juta Unit Imbas Penerapan Lockdown di China

Pejabat Chongqing memberlakukan pembatasan baru di setidaknya empat distrik, menutup ruang karaoke, ruang dansa, dan tempat hiburan. Pejabat kota itu menggambarkan situasi di Chongqing sebagai 'kompleks dan parah'.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas