Wanita Meksiko Terbang ke Peru Temui Kekasih Online-nya, tapi Justru Dihabisi dan Organnya Diambil
Wanita meksiko rela terbang ke Peru demi menemui pria yang dipacarinya secara online selama beberapa bulan. Namun nyawanya justru menjadi bayarannya.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Daryono
Karla Arellano mengatakan dalam postingan bahwa dia mulai merasa was-was tentang keberadaan bibinya setelah terungkap bahwa bibinya sudah putus dari pacarnya di Peru itu.
"Saya memutuskan untuk menghubungi Juan P karena dia adalah satu-satunya kontak yang dimiliki Blanca di negara itu dan di situlah ketakutan kami muncul," tulis Karla dalam postingan di Twitter.
"Apa kah dia baik baik saja?" tanya Karla kepada Juan.
Juan yang mengaku sebagai mahasiswa kedokteran itu berkata bahwa ia tidak lagi berhubungan dengan Blanca.
Juan mengatakan Blanca memutuskan naik pesawat kembali ke Meksiko setelah putus darinya.
"Saya tidak dapat menawarkan kehidupan yang dia inginkan," ujar Juan beralasan.
Karla mengungkapkan dalam postingannya bahwa perilaku itu sangat tidak biasa karena bibinya tidak mungkin hilang begitu saja tanpa peringatan.
"Juan P adalah satu-satunya kontak yang kami miliki dan dia adalah orang terakhir yang melihat Bibi Blanca saya hidup."
"Sampai sekarang dia belum mau bekerja sama dengan informasi yang dapat memudahkan pencariannya dan hari ini," tambah Karla dalam postingan lainnya.
Sementara itu, Juan P memberi tahu Karla bahwa ia sudah melakukan hal yang ia bisa.
Ia juga berkata tidak dapat lagi membantu menemukan kerabat mereka yang hilang.
Juan bersikeras ia tidak tahu apapun dan ia juga merasa sedih.
"Hati-hati dan saya harap dia selamat kembali ke rumah," kata pria berusia 37 tahun itu dalam pesan teks terakhirnya dengan sang keponakan Blanca.
Segera setelah itu, otoritas Peru meluncurkan penyelidikan terhadap wanita Meksiko yang hilang setelah postingan keponakannya mulai viral di media sosial.