Tribun

Politik Global

Izinkan Ekspor Minyak ke Chevron, AS Tetap Terapkan Sanksi Venezuela  

Washington melonggarkan pembatasan ekspor minyak Venezuela, tapi melarang negara itu mendapatkan keuntungan apapun dari ekspor minyaknya ke Amerika.

Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Izinkan Ekspor Minyak ke Chevron, AS Tetap Terapkan Sanksi Venezuela  
AFP/YURI CORTEZ
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menunjukkan tanda V saat berpidato dalam peringatan Hari Pemuda di Caracas pada 12 Februari 2022. (Photo by Yuri CORTEZ / AFP) 

Story Highlights

  • Pemerintah AS sejak era Trump tidak mengakui kepemimpinan Presiden Venezuela Nicolas Maduro hasil Pemilu 2018
  • Washington dan sekutunya mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai pemimpin Venezuela yang sah
  • Embargo perdagangan dan sanksi ekonomi diterapkan pemerintah AS sejak masa pemerintahan Hugo Chavez (almarhum)
  • Serangkaian upaya mendongkel Nicolas Maduro dari Venezuela dilakukan langsung maupun upaya sabotase yang disokong AS
  • Sekelompok tentara bayaran AS d an Kolombia pernah menyusup ke Venezuela, tujuannya menculik atau membunuh Maduro

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Departemen Keuangan AS memberikan lisensi ke raksasa energi Chevron untuk menerima minyak Venezuela, tapi tidak memberi kesempatan apapun Venezuela menerima keeuntungan.

Kelonggaran ini perkembangan terbaru menyusul pembicaraan antara oposisi Venezuela dan pemerintah Caracas. AS telah mengembargo Venezuela selama 15 tahun terakhir.

Washington masih menolak mengakui pemerintahan Venezuela yang dipimpin Presiden Nicholas Maduro.

Menurut pernyataan Departemen Keuangan, Chevron Corporation diberi wewenang untuk melanjutkan operasi ekstraksi sumber daya alam terbatas di negara itu.

Tapi syaratnya, pemerintah Venezuela tidak menerima keuntungan apa pun dari penjualan minyak dari Chevron.

Di bawah kebijakan tersebut, minyak yang diekstraksi hanya dapat diekspor ke AS dan keuntungannya seharusnya hanya ditujukan untuk membayar utang kepada Chevron.

Perusahaan itu sebelumnya memiliki usaha patungan dengan perusahaan minyak milik negara Venezuela, Petroleos de Venezuela S.A. (PDVSA).

Baca juga: Venezuela Menangkap Tentara Bayaran AS, Mengaku Berencana Tumbangkan Presiden Maduro dan Menculiknya

Baca juga: Di Venezuela, Banyak yang Berharap Trump Menang untuk Jaga Tekanan ke Presiden Maduro

Lisensi yang baru diberikan secara khusus melarang pembayaran pajak atau royalti apa pun kepada pemerintah Venezuela.

Atau pembayaran dividen apa pun, termasuk dividen dalam bentuk barang kepada entitas mana pun yang dimiliki atau dikendalikan oleh PDVSA.

“Sanksi dan pembatasan terkait Venezuela lainnya yang diberlakukan oleh Amerika Serikat tetap berlaku,” tambah pernyataan itu.

Langkah itu tidak menunjukkan perubahan apa pun pada kebijakan lama AS terhadap Venezuela.

Washington diklaim akan terus menegakkan sanksi-sanksi ini penuh semangat. Mereka hanya akan memberikan keringanan sanksi yang ditargetkan berdasarkan langkah-langkah konkret yang meringankan penderitaan rakyat Venezuela dan mendukung pemulihan demokrasi.

Masih belum jelas berapa banyak minyak Chevron yang akan diizinkan untuk diekstraksi dan diekspor ke AS dalam kondisi ini, dan apakah langkah tersebut akan berdampak pada harga minyak global.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas