Tribun

Kalah Pemilu Lokal, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Mundur sebagai Ketua Partai DPP

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mundur sebagai Ketua Partai Partai Progresif Demokratik (DPP) seusai kalah pemilu lokal.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
zoom-in Kalah Pemilu Lokal, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Mundur sebagai Ketua Partai DPP
AFP
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berbicara pada perayaan Hari Nasional Taiwan di Istana Kepresidenan di Taipei, Minggu (10/10/2021). Tsai Ing-wen mundur dari jabatan ketua partai DPP setelah kalah pemilu lokal. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengundurkan diri sebagai ketua Partai Progresif Demokratik (DPP).

Tsai Ing-wen mundur setelah partainya kalah dalam pemilihan lokal.

Tsai mengajukan pengunduran dirinya pada Sabtu (26/11/2022) malam.

Dalam pidato singkatnya, dia berterima kasih kepada para pendukungnya.

“Saya harus memikul semua tanggung jawab,” katanya.

Baca juga: Presiden Taiwan Tepis Isu Terkait Risiko Investasi Chip di Taipei

“Menghadapi hasil seperti ini, ada banyak area yang harus kita tinjau secara mendalam.”

Pemilihan walikota, kepala daerah, dan anggota dewan lokal seolah-olah tentang masalah domestik seperti pandemi Covid-19.

Namun, Tsai telah menyusun ulang pemilihan tersebut lebih dari sekadar pemungutan suara lokal, seperti diberitakan Al Jazeera.

Ia mengatakan dunia menyaksikan bagaimana Taiwan mempertahankan demokrasinya di tengah ketegangan militer dengan China, yang mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya.

Baca juga: Soal Pemilu 2024, Sandiaga Uno Masih Ingin Fokus Pulihkan Ekonomi Bangsa

PresidenTaiwan Tsai Ing-wen menyampaikan pidato pelantikannya, Jumat (201/5/2016) di Taipe, ibu kota Taiwan.
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan pidato pelantikannya, Jumat (201/5/2016) di Taipe, ibu kota Taiwan. (AP/Chiang Ying-ying)

Hasil Pemilu Lokal

Menurut KPU Pusat, oposisi utama Kuomintang (KMT) memenangkan 13 dari 21 kota dan kabupaten, termasuk ibu kota Taipei.

Sementara DPP hanya berhasil mengamankan lima kota di bagian selatan Taiwan, paling sedikit sejak didirikan pada tahun 1986.

Kandidat KMT mengambil 50 persen suara dalam kontes, versus 41,6 persen untuk DPP, 11,39 juta suara dihitung pada pukul 23.53 di Taipei.

“Hasilnya mengecewakan harapan kami. Kami dengan rendah hati menerima hasilnya dan menerima keputusan rakyat Taiwan,” kata Tsai kepada wartawan di markas besar partai, Sabtu (26/11/2022).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas