Tribun

Warga Korsel Kurangi Makan Karbohidrat, Perbanyak Konsumsi Protein

Warga Korsel juga mengkonsumsi lebih sedikit karbohidrat dan persentase asupan energi dari karbohidrat turun dari 64,9 persen menjadi 59,4 persen

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Warga Korsel Kurangi Makan Karbohidrat, Perbanyak Konsumsi Protein
Time Out
Asupan karbohidrat warga Korea Selatan menunjukkan tren turun, sementara konsumsi protein meningkat ditandai dengan perubahan pola makan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Selama bertahun-tahun, asupan energi rata-rata orang Korea Selatan (Korsel) terus menurun terutama untuk asupan karbohidrat sementara konsumsi protein meningkat ditandai dengan perubahan pola makan.

Dikutip dari Koreaherald.com, Selasa (29/11/2022), menurut Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional yang diterbitkan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel, rata-rata asupan energi warga Korsel per hari adalah 2.129 kkal untuk pria dan 1.576 kkal untuk wanita pada 2021.

Angka tersebut terus menurun sejak 2015 lalu.

Warga Korsel juga mengkonsumsi lebih sedikit karbohidrat, persentase asupan energi dari karbohidrat turun dari 64,9 persen pada 2012 menjadi 59,4 persen pada 2021.

Sebaliknya, persentase asupan energi dari lemak meningkat dari 20,4 persen menjadi 24,6 persen.

Asupan energi rata-rata dari protein adalah 16,4 persen untuk pria dan 15,5 persen untuk wanita.

Diet keseluruhan warga Korsel disebut telah berubah selama bertahun-tahun, dengan sedikit ketergantungan pada asupan biji-bijian seperti nasi, sementara konsumsi daging mengalami peningkatan.

Angka tersebut tampaknya merupakan cerminan dari diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir di kalangan warga Korsel yang mencoba menurunkan berat badan atau mencari gaya hidup yang lebih sehat.

Baca juga: Bukan Sayur yang Diperbanyak, Lemak dan Protein Hewani Harus Dimasukkan dalam MPASI

Asupan rata-rata biji-bijian per orang dalam sehari turun dari 299,1 gram pada 2012 menjadi 265,9 gram pada 2021, sementara asupan daging meningkat dari 113,9 gram menjadi 123,8 gram pada periode yang sama.

Angka-angka tersebut menunjukkan mengapa konsumsi beras warga Korsel menurun selama bertahun-tahun.

Rata-rata konsumsi beras Korea per orang telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Dongkrak Imunitas, Ahli Gizi Sebut Pasien COVID-19 Konsumsi Protein dan Kalori Tinggi

Menurut data terpisah dari Statistics Korea, rata-rata warga Korsel mengkonsumsi 56,9 kilogram (kg) beras pada tahun lalu, 0,8 kg lebih sedikit dari 57,7 kg dari tahun sebelumnya.

Konsumsi beras menurun tajam dibandingkan tahun 1970 yang rata-rata konsumsi beras per orang adalah 136,5 kg.

Sedangkan asupan sayur dan buah turun masing-masing sebesar 38,7 gram dan 56,3 gram.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel mengatakan melalui Dietary Reference Intakes for Koreans in 2020 bahwa persentase asupan energi dari karbohidrat harus mencapai antara 55 persen hingga 65 persen, protein antara 7 hingga 20 persen dan lemak antara 15 hingga 30 persen.

Survei tahunan dilakukan untuk mengevaluasi status kesehatan dan gizi warga Korsel, berdasarkan Undang-undang (UU) Promosi Kesehatan Nasional.

Ini dilakukan pada 10.000 orang berusia 1 tahun ke atas, meminta mereka untuk menghitung jumlah dan variasi makanan yang mereka konsumsi sehari sebelum survei.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas