Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Cegah Bencana Gagal Panen, Rusia Sumbangkan 260.000 Ton Pupuk ke Afrika

Harga pupuk dunia telah melambung tinggi akibat dari pandemi Covid-19 yang juga diperparah dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Cegah Bencana Gagal Panen, Rusia Sumbangkan 260.000 Ton Pupuk ke Afrika
Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa Rusia telah menyumbangkan sekitar 260.000 metrik ton pupuk ke para petani yang berada di Afrika. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa Rusia telah menyumbangkan sekitar 260.000 metrik ton pupuk ke para petani yang berada di Afrika.

“Sumbangan pupuk Rusia akan bermanfaat untuk meringankan kebutuhan kemanusiaan dan mencegah bencana gagal panen di Afrika, di mana saat ini sedang musim tanam,” kata Stephane Dujarric, juru bicara PBB.

Dia juga mengatakan bahwa kapal yang disewa oleh Program Pangan Dunia telah meninggalkan Belanda pada Selasa (29/11/2022) dengan membawa sekitar 20.000 ton pupuk yang ditujukan ke Malawi.

Baca juga: Jadi Ancaman Krisis Pangan, Para Menteri Pertanian G20 di Washington Bahas Harga Pupuk

“Ini sekaligus menjadi yang pertama dari serangkaian pengiriman pupuk yang ditujukan ke sejumlah negara lain di benua Afrika dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Dujarric.

Dilansir dari VoA News, harga pupuk dunia telah melambung tinggi akibat dari pandemi Covid-19 yang juga diperparah dengan invasi Rusia ke Ukraina.

PBB mengatakan harga pupuk telah meningkat secara mengejutkan sebesar 250 persen ssebelum pandemi pada 2019.

Adapun, faktor seperti gangguan, kelangkaan, dan kenaikan harga yang disebabkan oleh pembatasan pupuk yang dilakukan oleh Rusia telah membuat pupuk tidak terjangkau bagi beberapa petani kecil.

Ini secara dramatis dapat menurunkan panen mereka, yang berpotensi menyebabkan kekurangan pangan tahun depan.

Sementara itu, kepala ekonom Program Pangan Dunia, Arif Husain, menyebut negara maju dan negara berkembang masih bergantung pada pupuk untuk setengah dari produksi pangan mereka.

“Dengan semua yang terjadi saat ini, pada dasarnya kami melihat kekurangan sekitar 66 juta ton bahan makanan pokok akibat krisis pupuk,” kata Husain.

Baca juga: Harga Pupuk Terus Melambung, Memperpanjang Ketegangan Pasokan Pangan Global

Beberapa waktu lalu, Moskow mengungkapkan bahwa sanksi Barat lah yang membuat ekspor pupuknya menurun. Namun, negara-negara Barat berulang kali menekankan bahwa mereka tidak memberikan sanksi pada produk makanan atau pupuk dari Rusia.

Pada 19 November lalu, kesepakatan ekspor biji-bijian antara Ukraina dan Rusia yang juga ditengahi oleh Turki dan PBB dipastikan berlanjut hingga empat bulan ke depan.

“PBB melanjutkan upaya diplomatik yang intens dengan semua pihak untuk memastikan ekspor makanan dan pupuk kritis tanpa hambatan dari Federasi Rusia dan Ukraina,” kata Dujarric.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas