Tribun

Buka Forum Negara-negara Kepulauan, Menlu Retno Marsudi Tekankan Soal Ekonomi Laut Berkelanjutan

Menlu RI Retno Marsudi menekankan pentingnya ekonomi kelautan yang berkelanjutan saat membuka forum negara-negara kepulauan.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Buka Forum Negara-negara Kepulauan, Menlu Retno Marsudi Tekankan Soal Ekonomi Laut Berkelanjutan
Dokumentasi Kementerian Luar Negeri
Menlu RI Retno Marsudi menekankan pentingnya ekonomi kelautan yang berkelanjutan saat membuka forum negara-negara kepulauan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menekankan pentingnya ekonomi kelautan yang berkelanjutan saat membuka forum negara-negara kepulauan atau Archipelagic and Island State (AIS) Forum.

Pertemuan ke-4 para menteri AIS Forum berlangsung di Bali, Selasa (6/12/2022).

Retno mengatakan dunia saat ini tengah menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari pandemi, ancaman resesi, ketegangan geopolitik hingga perubahan iklim.

Ekonomi laut saat ini menjadi penting sebab manusia bergantung pada laut untuk makanan dan mata pencaharian.

Baca juga: Ketika Menlu Retno Marsudi Betulkan Pin KTT G20 PM Inggris dan PM Kanada yang Dipakai Terbalik

"Ekonomi laut yang berkelanjutan adalah salah satu penyebab umum yang dapat menyatukan kita. Bagaimanapun, kita semua bergantung pada laut untuk makanan dan mata pencaharian," kata Retno dalam sambutannya.

Namun Menlu RI juga mengingatkan bahwa lautan juga memberi tantangan yang sangat besar.

Jika permasalahan kelautan dibiarkan tidak tertangani, negara-negara kepulauan dan negara pulau yang akan menanggung beban paling berat.

Oleh sebab itu, Menlu RI mendorong semangat kolaborasi, sebagaimana yang pernah ditekankan Indonesia di G20.

Retno berharap AIS Forum berfungsi sebagai platform kolaborasi untuk mengatasi tantangan global, termasuk melalui sinergi dengan inisiatif lain.

"Kita hanya dapat menyelesaikan tantangan global yang kita hadapi jika kita bersatu bukan terpecah belah, jika kita mengedepankan solusi win-win bukan solusi zero-sum, dan jika kita mempromosikan pembagian beban bukan pengalihan beban," ujarnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas