Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Ekspatriat di Uni Emirat Arab Turut Berpuasa demi Eratkan Solidaritas dengan Warga Lokal

Sejumlah warga ekspatriat non-Muslim turut bergabung dengan warga Uni Emirat Arab dengan ikut menjalani puasa.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ekspatriat di Uni Emirat Arab Turut Berpuasa demi Eratkan Solidaritas dengan Warga Lokal
Khaleej Times
Dr Jeramie Umali, duduk, dan keluarganya. Mereka merupakan ekspatriat asal Filipina yang telah tinggal di UEA selama empat tahun terakhir. Keluarga ini merupakan satu diantara sejumlah ekspatriat di UEA yang turut menjalani puasa selama Ramadan sebagai wujud solidaritasnya pada warga lokal yang menjalani puasa. 

"Ada beberapa dampak positif puasa terhadap kesehatan seseorang. Ini mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan. Ini juga meningkatkan rasa kedekatan dan persahabatan dengan teman dan kolega Muslim seseorang," papar Dr. umali.

Bersamaan dengan puasa, kata dia, dirinya pribadi juga cenderung melakukan praktik sehat lainnya.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat, Awal Puasa Ramadan Muslim India dan Bangladesh Diundur ke Jumat, 24 Maret 2023

Puasa juga memungkinkan seseorang untuk mengembangkan kapasitas pengendalian diri dan penyangkalan diri.

"Seseorang belajar menguasai diri sendiri sampai batas tertentu. Saya merasakan manfaatnya karena saya telah berpuasa selama bertahun-tahun sekarang. Ini bukan hanya suatu bentuk penyangkalan diri yang dengannya seseorang dapat mengendalikan diri, namun kita juga belajar untuk menguasai banyak dorongan yang melampaui makan dan minum. Ini mirip dengan Prapaskah yang merupakan musim doa, puasa dan sedekah. Jadi, kemauan anda dan 'kekuatan memberi' menjadi pusat perhatian," tegas Dr Umali.

Meskipun ia lebih suka mengakhiri puasanya dengan mengkonsumsi makanan ringan, dirinya juga merenungkan bagaimana cara komunal menciptakan perasaan bonhomie.

"Bulan suci adalah masa puasa, tapi makanan juga penting. Karena kita tinggal di negara yang memiliki beragam budaya, kita belajar tentang berbagai resep dan keluarga, dan restoran menyajikan makanan tradisi yang penting selama Iftar," ungkapnya.

"Fakta bahwa setiap orang duduk dan makan bersama, baik dengan teman atau keluarga sungguh istimewa. Bulan ini juga sangat meriah di mana seluruh komunitas berkumpul untuk makan dan bergembira di malam hari. Saya merasa bagian itu sama-sama mengharukan," pungkas Dr Umali.

Berita Rekomendasi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
asd
Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration 0:00
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
Â
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • subtitles off, selected
      ×

      Ads you may like.

      © 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
      Atas