Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Krisis Tenaga Kerja Berlanjut, Ada 9,6 Juta Lowongan Kerja di Amerika Serikat

ada 9,6 juta lowongan pekerjaan di Amerika Serikat yang mengalami krisis tenaga kerja. Berminat bekerja di Amerika?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Krisis Tenaga Kerja Berlanjut, Ada 9,6 Juta Lowongan Kerja di Amerika Serikat
https://www.freepik.com/
Ilustrasi lowongan kerja di Amerika Serikat. 

Krisis Tenaga Kerja Berlanjut, Ada 9,6 Juta Lowongan Kerja di Amerika Serikat

TRIBUNNEWS.COM - Kekurangan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) berlanjut, tenaga kerja yang tersedia di seluruh negera adidaya itu tetap di bawah level yang tercatat sebelum pandemi COVID-19.

Beberapa negara bagian AS, terutama Oklahoma dan Maine, terkena dampak yang sangat parah.

"Sementara para ekonom berbicara tentang pendinginan pasar tenaga kerja, ada 9,6 juta lowongan pekerjaan pada bulan Juni, turun hanya 34.000 dari bulan Mei," kata Kepala Ekonom Kamar Dagang AS Curtis Dubay dalam analisis pasar terbarunya, dilansir Newsweek, Kamis (10/8/2023).

“Sekarang ada 3,6 juta lebih banyak lowongan kerja daripada pekerja yang menganggur. Kekurangan pekerja terus menjadi tantangan utama bagi pengusaha,” tambahnya.

Baca juga: Lowongan Kerja KAI Properti Agustus 2023 Posisi Staf Legal, Dibuka bagi Lulusan S1, Ini Syaratnya

Diperkirakan 50,5 juta orang berhenti dari pekerjaan mereka pada tahun 2022 dalam sebuah fenomena yang dijuluki fenomena "Pengunduran Diri Hebat".

Menurut John Blevins, dosen tamu di Sekolah Tinggi Bisnis SC Johnson Universitas Cornell, ada beberapa faktor yang masih memicu kekurangan tenaga kerja di AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa di antaranya penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja, penurunan imigrasi, dan permintaan tenaga kerja yang lebih tinggi dari perkiraan karena dari situasi ekonomi yang kuat.

"Kekurangan jumlah pekerja disebabkan oleh banyaknya orang yang berhenti dari pekerjaannya selama pandemi untuk pensiun, membuka usaha sendiri, atau mengurus keluarga—penurunan partisipasi di pasar tenaga kerja," kata Blevins kepada Newsweek.

Banyak dari mereka yang berhenti tahun lalu tergerak oleh keinginan untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang layak, keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik, dan dengan cepat dipekerjakan kembali di tempat lain dalam sektor yang sama.

Fenomena orang berhenti lalu mendapat pekerjaan baru yang dianggap lebih baik, menurut Kamar Dagang AS, terjadi pada sebanyak total 1 juta pekerja pada Maret 2023 dan pekerja yang bekerja kembali sebanyak 1,1 juta  di bulan yang sama.

Namun hal yang sama tidak terjadi di semua sektor.

Kekurangan tenaga kerja, seperti yang ditunjukkan oleh data terbaru dari Chamber, terjadi pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga perawatan kesehatan.

Sektor-sektor yang terutama berjuang dengan kekurangan pekerja adalah manufaktur barang tahan lama, perdagangan grosir dan eceran, serta layanan pendidikan dan kesehatan.

Berbeda dari sektor jasa akomodasi dan makanan, industri ini tidak dapat menemukan pekerja terampil yang cukup untuk mengisi semua lowongan pekerjaan yang tersedia.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas