Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dipecat dari Kursi Mendagri Inggris Usai Kritik Pendemo Pro Palestina, Braverman Mengancam Balik

Braverman diketahui merupakan sosok yang vokal dan kerap melontarkan mengkritik keras terhadap imigrasi dan sering terlibat dalam isu perang budaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dipecat dari Kursi Mendagri Inggris Usai Kritik Pendemo Pro Palestina, Braverman Mengancam Balik
Oli SCARFF / AFP
(FILES) Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman berpidato di depan para delegasi pada Konferensi tahunan Partai Konservatif di Manchester, Inggris utara, pada 3 Oktober 2023. Pemimpin Inggris Rishi Sunak memecat menteri dalam negeri yang kontroversial Suella Braverman pada 13 November 2023, menurut laporan beberapa media Inggris, saat ia merombak tim utamanya menjelang pemilihan umum yang diharapkan tahun depan. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memecat Suella Braverman dari jabatan Menteri Dalam Negeri.

Pemecatan ini menyusul kritik Braverman yang dimuat dalam surat kabar menuduh polisi terlalu lemah mengatasi pengunjuk rasa pro Palestina di Inggris.

Braverman diketahui merupakan sosok yang vokal dan kerap melontarkan mengkritik keras terhadap imigrasi dan sering terlibat dalam isu perang budaya.

Baca juga: Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman Dicopot dari Jabatan, Buntut Komentar Soal Palestina

Dikutip dari Al Jazeera pada Senin (13/11/2023) kecaman terhadap Braverman pun memuncak setelah dirinya pada pekan lalu menulis artikel surat kabar yang menuduh polisi bias terhadap kelompok sayap kiri.

Pernyataan keras dari Braverman ini yang kemudian memicu ketegangan atas aksi unjuk rasa perang Israel di Gaza. Ketegangan ini mendorong seruan Braverman segera dipecat.

Usai pemecatannya, Braverman menyatakan bakal lebih berbicara banyak terkait apa yang sebelumnya ia suarakan.

Baca juga: Bantuan Masyarakat Indonesia ke Palestina Terus Mengalir, 1.000 Porsi Makanan untuk Warga Gaza

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya akan menyampaikan lebih banyak hal pada waktunya nanti," kata Braverman.

Posisi Braverman digantikan oleh James Cleverly yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri. Sementara posisi Cleverly yang kosong diisi oleh mantan Perdana Menteri David Cameron.

Penunjukkan Cameron ini menjadi kejutan. Pria berusia 57 tahun ini menjabat PM Inggris pada tahun 2010-2016 dan mundur setelah referendum Brexit ketika Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa.

Atas pengangkatan ini, Cameron berharap pengalamannya sebagai Perdana Menteri dapat membantu menghadapi tantangan internasional seperti sekarang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas