Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh Beda Pendapat soal Gencatan Senjata Hamas-Israel
Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar dan pemimpin Hamas di Qatar, Ismail Haniyeh disebut berbeda pendapat soal gencatan senjata Hamas-Israel.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
MAHMUD HAMS / AFP
Ketua biro politik Hamas Palestina di Jalur Gaza Yahya Sinwar menghadiri rapat umum untuk mendukung masjid al-Aqsa Yerusalem di Kota Gaza pada 1 Oktober 2022. -- Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh disebut berbeda pendapat soal perundingan gencatan senjata.
Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023).
Jumlah kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 30.800 jiwa dan 72.198 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Kamis (7/3/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Xinhua News.
Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih 136 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel
Berita Populer
Baca tanpa iklan