80 Persen Kekuatan Militer Hamas Masih Utuh, Mau Rujuk dengan Fatah dan Gabung PLO
Hamas bersedia bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan membentuk pemerintahan bersatu untuk Gaza dan Tepi Barat bersama Fatah
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AS telah mendorong gagasan PA yang ‘reformasi’ untuk mengambil kendali atas Gaza pascaperang.
Rencana tersebut, yang ditolak oleh Hamas, akan bergantung pada kekalahan kelompok perlawanan dan berakhirnya kepemimpinan politik mereka di wilayah tersebut.
Washington baru-baru ini memveto resolusi pengakuan Palestina sebagai negara anggota penuh PBB.
Puluhan tahanan Israel, termasuk perwira tinggi militer, masih ditahan oleh sayap militer Hamas, Brigade Qassam.
Wawancara tersebut dilakukan ketika negosiasi gencatan senjata masih menemui jalan buntu akibat berulang kali Israel menolak persyaratan utama Hamas, yang terus dipegang teguh oleh kelompok perlawanan tersebut.
Persyaratan tersebut mencakup diakhirinya perang dan gencatan senjata permanen, penarikan seluruh pasukan dari Gaza, pemulangan pengungsi ke rumah mereka, dan rekonstruksi jalur tersebut.
“Jika kami tidak yakin perang akan berakhir, mengapa kami harus menyerahkan para tahanan?” Hayya mengatakan kepada AP.
(oln/memo/ap/*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.