Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pidato Haniyeh di Peringatan ke-76 Nakba: Pengorbanan Rakyat Tidak akan Sia-sia

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa semua pengorbanan dan penderitaan rakyat Palestina tidak akan sia-sia.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
zoom-in Pidato Haniyeh di Peringatan ke-76 Nakba: Pengorbanan Rakyat Tidak akan Sia-sia
MEMRI TV
Pidato Ismail Haniyeh yang disiarkan di TV saat peringatan ke-76 Nakba, 15 Mei 2024 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh menyampaikan pidatonya untuk rakyat Palestina saat peringatan ke-76 Nakba 1948, Rabu (15/5/2024).

“Kami yakin bahwa agresi ini akan hancur, dan mereka akan dikalahkan dan diusir dari tanah kita," ujarnya dalam pidato yang disiarkan di televisi, mengutip MEMRI.

"Tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, darah para martir dan yang terluka, penderitaan para tahanan kita, dan beban yang mereka tanggung tersebut tidak akan sia-sia, Insya Allah."

“Kita harus bersama-sama dalam hal ini dan bersatu untuk mengalahkan musuh."

"Kita harus bersatu di Gaza, dan di semua kota dan desa di Tepi Barat, dan di tanah yang diduduki di dalam Israel."

“Kita harus bangkit menghadapi musuh."

"Rakyat Palestina yang merdeka harus bergerak di semua lini – di Yordania, Suriah, dan Lebanon, dan di tempat-tempat diaspora, di mana mereka hidup sebagai pengungsi."

BERITA TERKAIT

"Mereka perlu meningkatkan konfrontasi untuk mengakhiri agresi brutal ini, dan untuk mewujudkan rencana pembebasan dan pemulangan para pengungsi.”

Pidato Ismail Haniyeh yang disiarkan di TV saat peringatan ke-76 Nakba, 15 Mei 2024
Pidato Ismail Haniyeh yang disiarkan di TV saat peringatan ke-76 Nakba, 15 Mei 2024 (MEMRI TV)

Israel Matikan Negosiasi soal Gencatan Senjata

Dalam kesempatan yang sama, Haniyeh juga mengatakan Israel telah melakukan amandemen terhadap proposal gencatan senjata yang membuat negosiasi berada di “jalan buntu.”

Dilansir palestinechronicle.com, Haniyeh menekankan bahwa Hamas baru-baru ini mengumumkan penerimaannya soal proposal yang diajukan oleh Mesir dan Qatar, yang diketahui dan diikuti oleh pemerintah Amerika.

Tetapi, Israel menolaknya.

Baca juga: Begini Foto-foto PM Malaysia Anwar Ibrahim & Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang Sempat Dihapus Meta

“Namun, pendudukan Israel menanggapi usulan tersebut dengan menduduki penyeberangan Rafah, melancarkan agresi terhadap Rafah, dan memasuki kamp Jabalia dan lingkungan Al-Zaytoun di Gaza,” katanya.

“Mereka juga melakukan amandemen terhadap usulan tersebut, negosiasi menemui jalan buntu.”

Haniyeh bersumpah bahwa kelompoknya akan melanjutkan upayanya untuk menghentikan agresi brutal Israel dengan segala cara yang mungkin.

Dia menekankan bahwa setiap upaya atau kesepakatan harus memastikan gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh Jalur Gaza, kesepakatan pertukaran tahanan pemulangan pengungsi, rekonstruksi, dan pencabutan blokade.

Haniyeh juga mengecam pemerintah AS yang dinilai bias.

"Pernyataan Amerika baru-baru ini yang bertujuan untuk menyalahkan kami karena menghentikan perundingan gencatan senjata meskipun pemerintah Amerika menyadari sikap positif kami, sekali lagi menegaskan bias Amerika terhadap musuh, memberikannya perlindungan politik dan dukungan militer untuk perang pemusnahannya terhadap rakyat kami.”

Mengenai pendudukan Israel di penyeberangan Rafah, pemimpin Hamas itu mengatakan bahwa kelompoknya melakukan kontak dengan Mesir.

“Kami setuju tentang perlunya tentara Israel untuk segera mundur dari penyeberangan tersebut, dan musuh tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam cara pengelolaan penyeberangan tersebut, karena ini adalah masalah internal Palestina, dan kami akan mengelolanya sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.”

Update Perang Israel-Hamas

- Mengutip Aljazeera, ribuan warga sipil Palestina di Gaza utara tidak mendapatkan akses air dan makanan akibat serangan Israel selama seminggu yang menyebabkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak.

- Israel berencana mengerahkan lebih banyak pasukan dan mengintensifkan invasi darat ke Rafah selatan.

Rencana itu ditentang oleh banyak pihak karena membahayakan nasib ratusan ribu warga sipil Palestina yang berlindung di kota yang dilanda perang tersebut.

- Afrika Selatan mendesak pengadilan tinggi PBB untuk memerintahkan penghentian serangan Israel di Rafah, dengan mengatakan serangan terhadap kota paling selatan Gaza “harus dihentikan”.

Duta Besar Afrika Selatan untuk Belanda, Vusimuzi Madonsela, mengatakan kepada Mahkamah Internasional:

“Tujuh bulan yang lalu, Afrika Selatan tidak dapat membayangkan bahwa sebagian besar Gaza akan terhapus dari peta.”

Baca juga: Pertemuannya dengan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Memicu Spekulasi, PM Malaysia Beri Penjelasan

- Diperkirakan 600.000 orang telah melarikan diri dari serangan Israel di Rafah dalam seminggu terakhir dan 100.000 lainnya di utara Gaza.

- Setidaknya 35.272 orang telah tewas dan 79.205 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.139 orang dan puluhan orang masih ditawan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas