Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Operasi Arnon IDF Selamatkan Sandera Nyaris Gagal: Penyamaran Intel Terbongkar, Mobil Hujan Peluru

pemboman besar-besaran di Nuseirat terjadi saat para tentara IDF 'histeris' karena penyamaran mereka terbongkar.

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-in Operasi Arnon IDF Selamatkan Sandera Nyaris Gagal: Penyamaran Intel Terbongkar, Mobil Hujan Peluru
IDF/Press
Tentara Israel (IDF) mengawal para sandera yang dibebaskan dari Nuseirat, Gaza Tengah, Sabtu (8/6/2024). Demi empat sandera ini, IDF membombardir wilayah tersebut yang menewaskan 270 orang warga Palestina. Bombardemen dilakukan saat penyamaran pasukan IDF terbongkar oleh milisi perlawanan Palestina. 

Setelah pasukan itu tersebut ditemukan oleh Perlawanan, konfrontasi sengit pun terjadi.

"Koresponden kami menyatakan bahwa penemuan kekuatan itulah yang menyebabkan penembakan besar-besaran Israel dan pembantaian di kamp tersebut," tulis Al Mayadeen.

Tzur membandingkan hari Sabtu dengan adegan yang digambarkan dalam buku dan film “Black Hawk Down”, dan menyatakan bahwa serangan udara dan penembakan dimaksudkan untuk “meletakkan api sehingga orang tidak mendekati kendaraan.” 

“Hanya dengan cincin api Anda bisa melepaskannya,” akunya.

Pasukan pendudukan Israel mengatakan mereka mengambil empat tawanan hidup dari kamp tersebut. 

Dilaporkan, pejuang Perlawanan yang menjaga para tawanan telah menghadapi pasukan penyerang Israel, yang menyebabkan kematian seorang perwira IDF dari unit Yamam.

Sementara itu, juru bicara militer Brigade al-Qassam, Abu Obeida, menegaskan pada hari Sabtu bahwa pembantaian pendudukan Israel di kamp pengungsi Nuseirat adalah “kejahatan perang kompleks yang terlebih dahulu merugikan tawanannya.”

BERITA REKOMENDASI

Dalam sebuah pernyataan, Abu Obeida mengungkapkan bahwa "musuh mampu mengambil kembali beberapa tawanan dengan melakukan pembantaian yang mengerikan, namun membunuh beberapa orang lainnya dalam proses tersebut."

Dia menekankan bahwa operasi tersebut “akan menimbulkan bahaya besar bagi tawanan musuh, dan akan berdampak negatif terhadap keadaan dan kehidupan mereka.”

(oln/kbrn/almydn/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas