Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Ketika kaum muda di Myanmar memberontak terhadap junta militer dan berhasil mengubah arah perang

Wartawan BBC Quentin Sommerville menghabiskan satu bulan bersama pasukan pemberontak di hutan dan di garis depan di Myanmar. Ia melihat…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ketika kaum muda di Myanmar memberontak terhadap junta militer dan berhasil mengubah arah perang
BBC Indonesia
Ketika kaum muda di Myanmar memberontak terhadap junta militer dan berhasil mengubah arah perang 

Ia juga memberitahu tentang peningkatan serangan dron pada gedung-gedung militer di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.

Inti dari pesannya, 'Kami akan menang, rezimmu akan jatuh, waktunya menyerah'.

Di Hpasang dan seluruh Negara Bagian Karenni, pertempuran dan gencatan senjata terus terjadi di tengah pemberontakan terhadap kekuasaan junta militer.

Militer merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil dalam kudeta pada 2021, dengan menahan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dan banyak politisi lainnya.

Namun, konflik ini jarang diberitakan, karena perhatian dunia banyak berfokus pada Perang Ukraina dan konflik Israel dan Gaza.

Di Myanmar tidak ada kebebasan pers, jurnalis asing jarang sekali diperbolehkan masuk secara resmi dan jikalau boleh, mereka akan diawasi dengan ketat.

Jurnalis tidak mungkin diperbolehkan mendengar kejadian versi pemberontak jika berkunjung dengan izin pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Kami pergi ke Myanmar dan menghabiskan satu bulan di bagian timur negara itu, sambil tinggal bersama kelompok-kelompok perlawanan yang berjuang di Karenni, Negara Bagian Shan, yang berbatasan dengan Thailand dan China.

Kami bergerak melalui jalur hutan dan jalan belakang, hingga ke garis depan di mana pasukan militer diblokir dan terperangkap selama berminggu-minggu.

Seperti di Hpasang, di daerah seperti ini kubu pemberontak memiliki keunggulan.

Namun, di tempat-tempat seperti Moebye yang letaknya jauh di utara, pasukan oposisi mengalami banyak kekalahan saat menyerang militer di lahan penuh ranjau.

Di Moebye, Loikaw, dan ibu kota Myanmar, kekuatan dan kekurangan para pejuang perlawanan terlihat sangat jelas.

Di Hpasang, pasukan pemberontak hanya tinggal menunggu, karena cukup yakin bahwa mereka lebih kuat.

Sekitar 80 petempur ditahan di dalam pangkalan militer selama lebih dari sebulan. Adapun sekitar 100 orang lainnya diyakini sudah tewas atau terluka.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas