Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kota-Kota Israel Dirundung Ledakan, Tel Aviv Dihantam Drone, Hermesh Digoyang Bom Mobil

Selain Tel AViv yang dihajar drone kelompok Houthi Yaman, Kota lain di Israel, Hermesh dekat Tulkarm, Tepi Barat diguncang bom mobil

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kota-Kota Israel Dirundung Ledakan, Tel Aviv Dihantam Drone, Hermesh Digoyang Bom Mobil
rntv/tangkap layar
Petugas medis dari Magen David Adom (Palang Merah Israel) mengevakuasi korban ledakan bom yang diposisikan di dalam mobil di pemukiman Hermesh, sebelah utara Tulkarm, Tepi Barat yang diduduki Israel. Sementara itu, kota utama Israel, Tel Aviv juga diguncang bol dari drone yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman. 

Oleh karena itu, tidak ada alarm yang diaktifkan, dan target tidak ditembak jatuh.

Pesawat tak berawak Yaman juga melewati kapal perang AS yang, pada Kamis pagi, menembak jatuh satu rudal balistik dan empat pesawat tak berawak yang menuju wilayah pendudukan.

Menanggapi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyebutnya sebagai “bukti lebih lanjut bahwa pemerintah [Benjamin Netanyahu] tidak mengetahui dan tidak dapat memberikan keamanan kepada warga Israel.”

"Mereka yang kehilangan daya tangkal di utara dan selatan juga kehilangan daya tangkal di jantung kota Tel Aviv".

"Tidak ada kebijakan, tidak ada rencana, semua hubungan masyarakat dan diskusi tentang diri mereka sendiri. Mereka [pemerintah] harus pergi," kata mantan perdana menteri itu melalui media sosial.

Houthi Bertanggung atas Serangan Drone Jaffa

Houthi mengakui bertanggung jawab atas serangan pesawat drone yang meledak di Tel Aviv pada Jumat (19/7) WIB.

Drone baru yang diluncurkan Houthi Yaman berhasil lolos dari Irone dome dan pertahanan berlapis Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pernyataan tersebut, Houthi mengklaim memiliki pesawat nirawak baru yang mereka beri nama "Jaffa", yang menurut mereka "mampu menerobos sistem intersepsi dan radar tidak dapat mendeteksinya."

Kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat nirawak di Tel Aviv pada Kamis malam, dan menyebutnya sebagai "operasi militer di wilayah Jaffa yang diduduki yang dikenal sebagai 'Tel Aviv'" dalam pernyataan juru bicara mereka pada Jumat pagi.

Dalam pernyataan tersebut, Houthi mengklaim memiliki pesawat nirawak baru bernama "Jaffa," yang menurut mereka "mampu melewati sistem intersepsi dan radar tidak dapat mendeteksinya."

Serangan drone atau pesawat nirawak tadi malam tidak memicu alarm atau sirene.

Beberapa warga melaporkan mendengar ledakan; namun, tidak ada alarm yang diaktifkan.

Kelompok Houthi juga mengklaim serangan itu sebagai "kemenangan bagi rakyat Palestina yang tertindas dan para pejuangnya, dan sebagai tanggapan atas pembantaian agresi Israel terhadap saudara-saudara kami di Gaza."

Houthi Menyebutnya dengan Nama 'Jaffa'

Kelompok Houthi mengumumkan "Jaffa yang diduduki," sebuah zona tidak aman yang akan menjadi target mereka secara terus-menerus.

Mereka juga mengklaim memiliki "bank target" yang berisi target militer dan keamanan sensitif di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas