Kapan Donald Trump Resmi Menjabat sebagai Presiden AS? Ini 6 Tanggal Penting sebelum Pelantikannya
Proses menuju pelantikan Donald Trump melibatkan beberapa tahapan penting yang berlangsung selama beberapa bulan, apa saja?
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Donald Trump kembali memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat 2024, namun ia belum resmi menjabat sebagai presiden.
Proses menuju pelantikannya melibatkan beberapa tahapan penting yang berlangsung selama beberapa bulan.
Berikut adalah tanggal-tanggal penting sebelum Trump resmi menjabat di Gedung Putih, mengutip USA Today:
26 November: Sidang Kasus Uang Tutup Mulut Trump
Tanggal ini mungkin tidak terkait langsung dengan pelantikannya sebagai presiden, namun Donald Trump saat ini menghadapi empat tuntutan hukum secara bersamaan atas berbagai tuduhan.
Tuntutan itu dimulai dari upayanya untuk menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa Stormy Daniels hingga usahanya membatalkan hasil pemilu 2020.
Pada bulan Mei, juri di New York memutuskan Trump bersalah atas 34 tuduhan pemalsuan catatan bisnis terkait pembayaran kepada Daniels, menjadikannya mantan presiden AS pertama yang dihukum karena kejahatan serius.
Secara teori, Trump dapat dijatuhi hukuman penjara hingga empat tahun.
Namun, menurut pakar hukum yang dikutip oleh Al Jazeera, kemungkinan besar Trump, sebagai pelanggar pertama, hanya akan dijatuhi denda dan masa percobaan.
11 Desember 2024: Sertifikat Penetapan Penunjukan Elektor
Setiap negara bagian menunjuk individu tertentu, yang disebut elektor, untuk memberikan suara elektoral negara bagian bagi presiden dan wakil presiden.
Partai-partai negara bagian memilih daftar calon elektor sebelum pemilu, sesuai dengan persyaratan umum Konstitusi dan hukum federal, serta prosedur lain yang ditetapkan masing-masing negara bagian.
Para elektor berjanji memberikan suara sesuai hasil pemilihan umum di negara bagian atau distrik mereka.
Baca juga: 4 Fakta Susie Wiles yang Ditunjuk Donald Trump Jadi Kepala Staf Gedung Putih, Dijuluki Ice Maiden
Pemerintah negara bagian harus menerbitkan sertifikat penetapan paling lambat tanggal 11 Desember 2024.
Sertifikat ini mencakup nama-nama elektor, hasil resmi pemilu negara bagian, dan stempel negara bagian.
17 Desember 2024: Rapat dan Pemungutan Suara Elektor
Pada hari Selasa pertama setelah hari Rabu kedua di bulan Desember (tahun ini jatuh pada 17 Desember), para elektor akan bertemu di negara bagian masing-masing untuk memberikan suara mereka bagi presiden dan wakil presiden.
Mereka kemudian mengirimkan sertifikat yang ditandatangani dan disahkan kepada pejabat di Washington, D.C., dan negara bagian mereka.
25 Desember 2024: Suara Elektoral Diterima
Presiden Senat atau Arsiparis Amerika Serikat harus menerima sertifikat dari para elektor pada hari Rabu keempat di bulan Desember, yang tahun ini jatuh pada 25 Desember.
Jika tidak menerima sertifikat tepat waktu, mereka akan meminta sertifikat tersebut dari kepala petugas pemilihan negara bagian.
3 Januari 2025: Kongres ke-119 Mengadakan Pertemuan
Pada 3 Januari 2025, anggota DPR dan senator terpilih akan dilantik menjadi anggota Kongres baru.
Proses ini berlangsung setiap dua tahun setelah pemilu federal.
Di DPR, hari ini juga merupakan hari pemilihan Ketua DPR.
6 Januari 2025: Kongres Menghitung Suara Elektoral dan Pengumuman Hasil
Tanggal 6 Januari 2025 bukan hanya peringatan empat tahun serangan terhadap Capitol, tetapi juga hari penting ketika DPR dan Senat akan menghitung dan mencocokkan suara elektoral dalam sesi gabungan yang dimulai pada sore hari.
Ketua Senat, yang merupakan Wakil Presiden Kamala Harris yang akan mengakhiri masa jabatannya, akan memimpin penerimaan dan penghitungan suara elektoral, serta mengumumkan hasilnya.
20 Januari 2025: Hari Pelantikan
Pada 20 Januari 2025, orang-orang akan berkumpul di National Mall di Washington D.C. untuk menyaksikan pelantikan Presiden terpilih Donald Trump dan Wakil Presiden terpilih JD Vance.
Upacara pelantikan akan berlangsung di Gedung Capitol AS pada pukul 12 siang ET, diikuti dengan penyerahan kekuasaan dari pemerintahan sebelumnya ke pemerintahan yang baru.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)