Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Hubungan Amerika Serikat dengan China pada Era Donald Trump Mendatang, Bakal Sulit?

Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China di era kabinet presiden terpilih Donald Trump diprediksi bakal sulit.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Hubungan Amerika Serikat dengan China pada Era Donald Trump Mendatang, Bakal Sulit?
AFP/REBECCA DROKE
Kandidat Partai Republik Donald Trump terlihat dengan wajah berlumuran darah dikelilingi oleh agen dinas rahasia saat ia turun dari panggung pada acara kampanye di Butler Farm Show Inc. di Butler, Pennsylvania, 13 Juli 2024. Donald Trump terkena pukulan di telinga dalam upaya pembunuhan yang dilakukan oleh pria bersenjata pada rapat umum kampanye pada hari Sabtu, dalam insiden yang kacau dan mengejutkan yang akan memicu ketakutan akan ketidakstabilan menjelang pemilihan presiden AS tahun 2024. Mantan presiden berusia 78 tahun itu dilarikan keluar panggung dengan darah berlumuran di wajahnya setelah penembakan di Butler, Pennsylvania, sementara pria bersenjata dan seorang penonton tewas dan dua penonton terluka parah. (Rebecca DROKE / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China pada era kabinet presiden terpilih Donald Trump diprediksi bakal sulit.

Setelah mengklaim kemenangan dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Trump mulai menunjuk pejabat-pejabat senior untuk memperkuat kabinetnya.

Akan tetapi, sejumlah analis yang berbicara dengan kantor berita Reuters pada Rabu (13/11/2024) kemarin menyebut penunjukan pejabat-pejabat baru ini akan membuat hubungan dengan China menjadi "sangat sulit."

Al Jazeera melaporkan pemerintahan pertama Trump dikenal dengan pergantian pejabat yang tinggi, dengan mantan presiden tersebut berganti-ganti tiga kepala staf, tiga menteri keamanan dalam negeri, dan dua kepala pertahanan.

Ketika berbicara dari London, Direktur SOAS China Institute, Steve Tsang, mengatakan potensi penunjukan Marco Rubio sebagai Menteri Luar Negeri AS akan menjadi tantangan tersendiri bagi China.

"Jika orang seperti Marco Rubio dikukuhkan sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, maka hal ini akan menjadi tantangan yang signifikan bagi China, terutama karena China harus mencabut sanksinya terhadap Rubio,"

"Jika tidak, mereka tidak dapat berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS, yang merupakan situasi yang tidak dapat diterima oleh kedua negara," papar Tsang.

Berita Rekomendasi

Rubio adalah mantan kandidat presiden.

Ia dikenal sebagai sosok yang tegas kepada China dalam Senat.

Baca juga: Trump Tunjuk Matt Gaetz sebagai Jaksa Agung AS

Pria ini dijatuhi sanksi oleh Beijing pada tahun 2020 atas sikapnya terhadap Hong Kong setelah menghadapi sejumlah protes demokrasi.

Lalu, penunjukan pengusaha Elon Musk sebagai pejabat pemerintah juga menimbulkan pertanyaan, kata Tsang, terutama terkait keinginan Trump untuk memberlakukan tarif perdagangan terhadap China, di mana Musk memproduksi sebagian besar merek mobil Tesla.

"Dia menciptakan begitu banyak hal besar yang berbeda. Mana dia?, ayo naik ke panggung Elon! Ia menciptakan perusahaan mobil besar pertama AS dalam beberapa generasi. Dan perusahaan roketnya adalah satu-satunya yang saat ini bisa mengirim astronot Amerika ke luar angkasa," puji Trump.


Tentang penunjukan Elon Musk, Tsang mengatakan, "Pemerintah China memiliki hubungan kerja yang sangat baik dengan Elon Musk karena kesepakatan yang mereka buat terkait pabrik besar di Shanghai untuk Tesla."

Kendati demikian, Tsang memperingatkan.

"Jika kita kembali ke realitas pemerintahan Trump, yaitu Donald Trump yang utama dan terpenting sementara Elon Musk adalah orang yang diminta melakukan sesuatu bagi Trump, ada perbedaan antara apa yang terbaik untuk Trump dan apa yang terbaik untuk Musk, dan Trump selalu menang."

"Saya rasa kita memperkirakan akan adanya pengecualian, dibandingkan pelonggaran tarif secara umum, untuk produk seperti kendaraan listrik," kata Tsang.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas