Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebut Suriah Bukan Ancaman Dunia, HTS Minta Barat Cabut Sanksi: Kami Sudah Lelah Berperang

Pemimpin HTS sebut Suriah bukan lagi ancaman bagi dunia, serukan pencabutan sanksi serta dihapusnya HTS sebagai organisasi teroris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Sebut Suriah Bukan Ancaman Dunia, HTS Minta Barat Cabut Sanksi: Kami Sudah Lelah Berperang
BBC
Ahmed al-Sharaa atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Abu Mohammed al-Jolani, saat diwawancarai oleh BBC 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin de facto Suriah, Ahmed al-Sharaa atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Abu Mohammed al-Julani, menyatakan negaranya sudah lelah berperang.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC di Damaskus, Sharaa mengatakan bahwa Suriah bukan ancaman bagi dunia.

Ia ingin sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada Suriah untuk dicabut.

"Sekarang, setelah semua yang terjadi, sanksi harus dicabut karena sanksi tersebut ditujukan kepada rezim lama."

"Korban dan penindas tidak boleh diperlakukan dengan cara yang sama," katanya.

Sharaa adalah pemimpin serangan kilat yang menggulingkan rezim Bashar al-Assad kurang dari dua minggu lalu.

Ia adalah pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok dominan dalam aliansi oposisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga mengatakan HTS harus dihapus dari daftar organisasi teroris.

Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Mohammad al-Julani
Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Mohammad al-Julani (Daily News Egypt)

HTS ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh PBB, AS, Uni Eropa, dan Inggris dan negara lainnya, karena awalnya merupakan kelompok pecahan al-Qaeda, yang kemudian memisahkan diri pada tahun 2016.

Sharaa mengatakan HTS bukanlah kelompok teroris.

HTS tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil, katanya.

Baca juga: Al-Julani Ogah HTS Disebut Mirip Taliban yang Dilabeli Teroris: Ini Suriah, Bukan Afghanistan

Sharaa justru menyebut kelompoknya adalah korban dari kekejaman rezim Assad.

Ia juga membantah ingin menjadikan Suriah seperti Afghanistan.

Sharaa mengatakan Suriah dan Afghanistan itu sangat berbeda, dengan tradisi yang berbeda pula. 

Afghanistan adalah masyarakat kesukuan. Di Suriah, katanya, ada pola pikir yang berbeda.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas