Israel-Hamas Harus Diskusikan Gencatan Senjata Tahap 2, Perang Bisa Lanjut jika Tak Ada Kesepakatan
Perang di Gaza disebut dapat berlanjut pada awal Maret 2025 jika kesepakatan tahap kedua tidak tercapai.
Penulis: Nuryanti
Editor: Pravitri Retno W

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 33 sandera Israel akan dibebaskan dari Gaza pada fase pertama gencatan senjata selama enam minggu, sejak Minggu (19/1/2025).
Pembebasan sandera itu termasuk wanita, anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan pria yang sakit atau terluka.
Hampir 2.000 tahanan Palestina akan dibebaskan sebagai gantinya.
Israel mengatakan Hamas telah mengonfirmasi delapan sandera yang akan dibebaskan pada fase ini telah tewas.
Diberitakan AP News, pasukan Israel telah mundur dari sebagian besar wilayah Gaza, memungkinkan ratusan ribu orang untuk kembali ke sisa-sisa rumah mereka dan kelompok-kelompok kemanusiaan untuk meningkatkan bantuan.
Kesepakatan itu mengharuskan Israel dan Hamas untuk merundingkan tahap kedua, di mana Hamas akan membebaskan para sandera yang tersisa dan gencatan senjata akan berlanjut tanpa batas waktu.
Namun, perang dapat berlanjut pada awal Maret 2025 jika kesepakatan tidak tercapai.
Israel mengatakan pihaknya masih berkomitmen untuk menghancurkan Hamas, bahkan setelah kelompok militan itu menegaskan kembali kekuasaannya atas Gaza dalam beberapa jam setelah gencatan senjata.
Mitra sayap kanan utama dalam koalisi Benjamin Netanyahu telah menyerukan agar perang dilanjutkan setelah fase pertama gencatan senjata.
Sementara, Hamas mengatakan pihaknya tidak akan membebaskan sandera yang tersisa tanpa berakhirnya perang dan penarikan penuh Israel dari Gaza.
Pembangunan Kembali Gaza Bisa Memakan Waktu 10-15 Tahun
Utusan Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengatakan "hampir tidak ada yang tersisa" dari Gaza.
Baca juga: 10 Momen Sandera Israel Dibebaskan Hamas, Dihadiri Brigade Al-Qassam dan Al-Quds di Gaza
Ia menyebut membangun kembali daerah kantong yang dilanda perang itu bisa memakan waktu 10 hingga 15 tahun.
"Orang-orang pindah ke utara untuk kembali ke rumah mereka dan melihat apa yang terjadi dan berbalik dan pergi, tidak ada air dan tidak ada listrik."
"Sungguh mengejutkan betapa banyak kerusakan yang terjadi di sana," ujar Witkoff setelah mengunjungi Gaza, Kamis (30/1/2025), dikutip dari Arab News.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.