Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sara Duterte Tanggapi Pemakzulan terhadap Dirinya, Klaim sebagai Korban Dendam Politik

215 anggota DPR Filipina memberikan suara mendukung pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, bakal jadi sosok Wapres pertama yang dimakzulkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sara Duterte Tanggapi Pemakzulan terhadap Dirinya, Klaim sebagai Korban Dendam Politik
Laman resmi Wakil Presiden Filipina/main.ovp.gov.ph
Foto ini dirilis oleh main.ovp.gov.ph, laman resmi Wakil Presiden Filipina pada 1 September 2022, menunjukkan Wakil Presiden Sara Duterte mengikuti perayaan ulang tahun berdirinya “Kalivungan” ke-108 di Grandstand Capitol Provinsi di Kota Kidapawan, Cotabato Utara. 215 anggota DPR Filipina memberikan suara mendukung pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, bakal jadi sosok Wapres pertama yang dimakzulkan. 

Selain itu, Duterte juga dituduh terlibat dalam korupsi besar yang melibatkan penggunaan dana intelijen yang diterima oleh kantornya sebagai wakil presiden dan menteri pendidikan.

Dalam pengaduan pemakzulan menuduhnya memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan dan gagal melaporkan harta sesuai kewajiban hukum.

Hubungan Sara Duterte dan Ferdinand Marcos

Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya dipandang sebagai pasangan politik yang menyatukan dua dinasti kuat Filipina dalam pemilu 2022.

Keduanya datang dari latar belakang keluarga yang berpengaruh.

Duterte sebagai putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte dan Marcos sebagai putra dari mendiang Presiden Ferdinand Marcos Sr., yang dikenal karena pemerintahan otoriternya.

Meskipun mereka maju bersama sebagai bagian dari kampanye “UniTeam” hubungan mereka mulai retak setelah menjabat.

Satu isu besar yang memicu ketegangan adalah perbedaan pandangan mereka tentang hubungan dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Rekomendasi Untuk Anda

Marcos mengambil langkah untuk mempererat hubungan dengan AS, sementara ayah Sara, Rodrigo Duterte, lebih memilih hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok.

Selain itu, hubungan mereka juga memanas terkait dengan kebijakan Duterte yang lebih keras terhadap perang narkoba, yang berlawanan dengan pendekatan Marcos yang lebih lembut.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas