Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Malaysia Borong 33 Jet Tempur F/A-18C/D Hornet Bekas AS

Malaysia memborong 33 jet tempur F/A-18C/D Hornet milik Amerika Serikat (AS).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Malaysia Borong 33 Jet Tempur F/A-18C/D Hornet Bekas AS
SCMP
Malaysia memborong 33 jet tempur F/A-18C/D Hornet milik Amerika Serikat (AS). 

TRIBUNNEWS.COM, MALAYSIA - Malaysia memborong 33 jet tempur F/A-18C/D Hornet milik Amerika Serikat (AS).

Ini adalah jet tempur bekas yang pernah dipakai AS di Kuwait.

Pengadaan jet-jet tempur ini merupakan bagian dari kemitraan pertahanan AS-Malaysia.

Pembelian jet  tempur dilakukan meskipun Malaysia diam-diam terus menjalin hubungan positif dengan China, menurut media SCMP.

Pengadaan jet  tempur itu akan memperkuat wilayah Laut China Selatan.

Kepala Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) Jenderal Tan Sri Asghar Khan Goriman Khan mengonfirmasi AS telah menyetujui permintaan Malaysia untuk memperoleh hingga 33 jet tempur F/A-18C/D Hornet bekas dari Kuwait.

Pembelian jet tempur memerlukan persetujuan kongres AS berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Kongres menyetujuinya setelah setelah negosiasi bertahun-tahun yang dimulai pada tahun 2017. 

Wakil Menteri Pertahanan Malaysia Adly Zahari mengatakan kesepakatan itu diharapkan akan selesai tahun ini.

Abdul Rahman Yaacob, seorang peneliti di program Asia Tenggara Lowy Institute, mengatakan pembelian jet tempur tersebut akan secara signifikan memperkuat kemampuan pertahanan udara Malaysia.

“Hal ini penting di Malaysia Timur, di mana blok energi Malaysia terletak di Laut Cina Selatan, dekat dengan Sarawak,” kata Rahman.

Jika dikerahkan di Malaysia Timur, jet tempur Hornets akan melengkapi fasilitas angkatan laut yang baru dikembangkan di Sarawak.

"Ini sekaligus menunjukkan upaya Malaysia untuk membangun pencegahan di wilayah yang telah melihat peningkatan aktivitas China, " tambah Rahman.

Mengapa sengketa Laut Cina Selatan tetap menjadi salah satu isu paling mendesak di kawasan ini

Tahun lalu, AU Malaysia mulai memperkuat kemampuan pengawasan udaranya di Malaysia Timur dengan mengerahkan radar AN/TP77 buatan AS dan radar GM400A buatan Prancis.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas