Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Seberapa Lama AS Bisa Berperang di Iran? Ini Hitungannya

Trump mengatakan AS memiliki persediaan senjata “hampir tak terbatas”. Menteri pertahanannya menyebut Iran tak punya harapan bertahan.…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Seberapa Lama AS Bisa Berperang di Iran? Ini Hitungannya
Deutsche Welle
Seberapa Lama AS Bisa Berperang di Iran? Ini Hitungannya 

“Amerika Serikat sudah menguji teknologi itu, hanya saja belum membelinya dalam jumlah yang cukup,” kata Grieco.

Sementara itu, misil pertahanan Patriot yang jauh lebih mahal, sekitar $3 juta (sekitar Rp50,6 miliar) per misil, digunakan untuk mencegat misil balistik Iran. Di sinilah muncul kekhawatiran terkait persediaan.

Mark Cancian, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), memperkirakan stoknya mulai terkuras cepat.

“Di awal konflik, mungkin ada sekitar 1.000 misil Patriot, dan saya kira kita sudah menggunakan cukup banyak dari inventaris itu,” katanya.

Ia memperkirakan 200–300 misil Patriot telah digunakan.

Masalahnya, senjata kelas tinggi seperti ini membutuhkan waktu lama untuk diproduksi. Lockheed Martin hanya mengirim sekitar 620 interceptor PAC-3 sepanjang tahun 2025.

“Jika hari ini Anda memesan satu Patriot lagi, kemungkinan butuh setidaknya dua tahun sebelum sistem itu tersedia,” kata Cancian.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk senjata jarak pendek seperti bom, kit JDAM, dan misil Hellfire, situasinya berbeda.

“Secara militer, saya kira kita bisa mempertahankan operasi ini untuk waktu yang sangat lama. Kita memiliki amunisi darat untuk itu,” kata Cancian.

Gedung Putih bertemu perusahaan pertahanan

Pada 6 Maret, Trump bertemu dengan sejumlah perusahaan pertahanan. Setelah pertemuan tersebut, ia menulis di Truth Social bahwa para produsen sepakat melipatgandakan produksi senjata kelas tertinggi hingga empat kali lipat.

Gedung Putih menekankan bahwa pertemuan itu sebenarnya sudah dijadwalkan sejak beberapa minggu sebelumnya.

Namun Grieco meragukan kebaruan pengumuman tersebut.

“Bagi saya itu seperti bukan pengumuman baru, karena sebagian besar rencana itu sudah diumumkan beberapa bulan lalu,” katanya.

Kesepakatan Lockheed Martin untuk meningkatkan produksi interceptor Patriot PAC-3 dari 600 menjadi 2.000 per tahun sebenarnya sudah dipublikasikan sejak Januari. Setelah pertemuan di Gedung Putih, tidak ada jadwal baru yang diumumkan. Targetnya masih tahun 2030.

Bahkan dengan percepatan produksi, prosesnya tetap rumit.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas