Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Seberapa Lama AS Bisa Berperang di Iran? Ini Hitungannya

Trump mengatakan AS memiliki persediaan senjata “hampir tak terbatas”. Menteri pertahanannya menyebut Iran tak punya harapan bertahan.…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Seberapa Lama AS Bisa Berperang di Iran? Ini Hitungannya
Deutsche Welle
Seberapa Lama AS Bisa Berperang di Iran? Ini Hitungannya 

“Ada banyak titik kemacetan dalam rantai produksi. Bahkan jika Anda menggelontorkan banyak uang, tidak semudah menyalakan sakelar untuk langsung memproduksi. Tetap membutuhkan waktu,” kata Grieco.

Konsekuensi global

Para analis sepakat bahwa AS kemungkinan tidak akan kehabisan senjata selama perang di Iran, tetapi ada kekhawatiran untuk masa depan.

“Saya tidak akan mengatakan kita akan kehabisan,” kata Grieco. “Namun masalahnya adalah kita bisa berakhir dengan persediaan yang sangat menipis, dan itu akan membatasi pilihan strategis AS dalam beberapa tahun ke depan di Indo-Pasifik, Eropa, bahkan Timur Tengah.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sudah menyuarakan kekhawatiran tersebut.

“Ada kekhawatiran bahwa jika perang berlangsung lama, Amerika mungkin mengurangi pasokan sistem pertahanan udara dan misil pertahanan udara ke Ukraina,” katanya kepada penyiar nasional Italia RAI.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, mantan Menteri Luar Negeri Antony Blinken juga memberikan peringatan serupa. Operasi berkepanjangan di Iran bisa membuat AS lebih rentan terhadap ancaman dari Rusia dan Cina, katanya.

Apakah Iran diremehkan?

Jenderal Dan Caine melaporkan bahwa peluncuran misil balistik Iran turun 86% dibanding hari pertama pertempuran. Washington menganggap ini sebagai tanda kemajuan.

Rekomendasi Untuk Anda

Grieco mengatakan sulit mengetahui penyebab pasti penurunan tersebut, tetapi kemungkinan besar AS telah melemahkan kemampuan misil balistik Iran secara signifikan.

Namun untuk drone Shahed, estimasi jumlahnya sangat sulit karena produksinya tersebar.

“Bahkan sebelum perang, kita tidak benar-benar punya estimasi yang baik tentang jumlahnya,” kata Grieco. “Jika mau, seseorang bahkan bisa merakitnya di garasi.”

Lebih mendasar lagi, ia menilai AS mungkin telah meremehkan Iran.

“Jika tujuannya adalah perubahan rezim, kekuatan udara saja tidak akan cukup untuk menjatuhkan rezim,” katanya.

Menurutnya, sikap Iran yang sebelumnya relatif menahan diri terhadap serangan AS dan Israel mungkin disalahartikan sebagai kelemahan, sehingga menyebabkan kegagalan dalam strategi pencegahan.

“Mereka bertarung demi kelangsungan rezim. Mereka punya insentif untuk bertarung keras dan menanggung biaya besar,” katanya.

Cancian juga sepakat.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas