Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Dari Myanmar hingga Venezuela, orang-orang mencari cara mengakali pemblokiran internet

Kafe-kafe rahasia dan para pengembang dari kelompok perlawanan membantu mengatasi pemadaman dan pembatasan yang digunakan oleh pemerintah…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dari Myanmar hingga Venezuela, orang-orang mencari cara mengakali pemblokiran internet
BBC Indonesia
Dari Myanmar hingga Venezuela, orang-orang mencari cara mengakali pemblokiran internet 

Di dalam sebuah kios bambu kecil di Myanmar, Min sedang bersiap-siap untuk membuka tokonya.

Kabel-kabel yang menjuntai tak beraturan menghubungkan sistem tenaga surya off-grid ke soket. Deretan kursi plastik tampak menunggu kedatangan pelanggan, sementara sebuah menu tulisan tangan memajang pilihan camilan daging dan salad.

Min—bukan nama sebenarnya, demi alasan keselamatan—tahu betul bahwa para pelanggannya akan menghabiskan waktu cukup lama di sini. Mereka datang hanya untuk satu alasan: internet.

Ia bercerita bahwa setiap hari, ada sekitar 30 orang yang mengunjungi kafenya. Saat pertama kali dibuka lebih dari dua tahun lalu, kafe seperti ini masih sangat langka, dan sekitar 300 hingga 400 pelanggan bisa datang setiap harinya.

"Permintaannya benar-benar luar biasa," kenangnya.

Wilayah tempat tinggal Min merupakan satu dari sekian banyak daerah yang terkena dampak pemutusan jaringan internet lokal. Kebijakan ini diberlakukan oleh junta militer Myanmar yang berkuasa sejak mereka merebut kekuasaan lewat kudeta militer pada tahun 2021.

Selama lima tahun perang saudara yang berkecamuk setelahnya, beberapa wilayah di negara tersebut mengalami pemadaman internet yang berlangsung selama berhari-hari, bahkan ada yang hingga berbulan-bulan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada tahun 2022, para pakar PBB menyatakan bahwa pemutusan jaringan ini sengaja menargetkan wilayah-wilayah di mana junta menghadapi perlawanan sengit dari kelompok oposisi.

Demi menyiasati pemutusan jaringan internet, Min punya trik cerdik. Dia memanfaatkan Starlink. Layanan internet satelit besutan perusahaan SpaceX milik Elon Musk ini bekerja dengan cara langsung terhubung ke angkasa, sehingga sama sekali tidak bergantung pada infrastruktur internet domestik yang sedang lumpuh.

Nadi utama dari konektivitas di tokonya bertumpu pada sebuah antena penangkap sinyal berbentuk piringan datar persegi panjang. Perangkat tersebut ia dapatkan lewat pasar gelap di Thailand, lalu diselundupkan melintasi perbatasan, hingga akhirnya kini terpasang kokoh di atas atap seng kiosnya.

Lokasi tersembunyi

Min bilang, usahanya sebenarnya merugi. Dia sengaja memasang tarif murah sebesar 1.000 kyat (sekitar Rp8.374) per jam agar tetap terjangkau bagi para pengungsi dan warga lokal yang memang ingin dia bantu.

Namun, mengoperasikan kafe internet ini taruhannya nyawa. Junta militer melarang keras bisnis semacam ini. Salah sedikit saja, Min bisa dijebloskan ke penjara atau seluruh peralatan berharganya disita.

Keterbatasan ini membuat kafenya hanya bisa beroperasi selama tiga jam saja dalam sehari.

Selain karena pasokan listrik yang terbatas, bayang-bayang ketakutan juga selalu mengintai.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas