Putin Berseragam Militer, Pantau Latihan Gabungan Rusia-Belarusia
Presiden Rusia Vladimir Putin memantau latihan militer gabungan Rusia-Belarusia pada hari Selasa, dengan memanfaatkan pelajaran dari perang Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
"Dan sampaikan harapan terbaik saya kepada para pemimpin militer dan politik Anda," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, melaporkan kepada Putin, tugas latihan tersebut diselesaikan oleh kontingen Rusia-Belarusia, serta pasukan koalisi negara asing.
Beberapa negara Barat merasa terguncang oleh latihan tersebut, dengan komandan Pasukan Pertahanan Finlandia membandingkannya dengan latihan yang dilakukan beberapa bulan sebelum dimulainya perang Rusia-Ukraina pada 2022.
Polandia Tutup Perbatasan selama Latihan Militer Rusia-Belarusia
Ketika Rusia dan Belarusia menggelar latihan militer gabungan Zapad-2025 pada pertengahan September, pemerintah Polandia mengambil langkah tegas yaitu menutup perbatasan daratnya dengan Belarusia—keputusan yang diumumkan resmi dan diberlakukan "sampai pemberitahuan lebih lanjut".
Langkah itu diambil karena latihan militer yang berlangsung dekat perbatasan dianggap menimbulkan risiko keamanan bagi warga dan mobilitas lintas-perbatasan.
Negara anggota NATO itu mengatakan mereka akan membuka kembali lalu lintas hanya setelah kondisi keamanan dinilai aman.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Polandia saat meninjau perbatasan di Terespol, seperti dikutip dari laman Pemerintah Polandia.
Sebelumnya pada 9-10 September 2025, Polandia melaporkan adanya sejumlah drone yang diduga dari Rusia melanggar wilayah udaranya.
Drone-drone itu masuk ke Polandia dari arah Belarusia dan Ukraina.
Polandia dan negara anggota NATO mengirim jet tempur untuk mencegat dan menembak jatuh drone yang terbukti melanggar wilayah udaranya.
NATO juga mengerahkan sistem pertahanan udara darat dan radar serta meningkatkan sistem pengawasan, lapor Al Jazeera.
Sejak Rusia meluncurkan perang terhadap Ukraina, negara-negara Eropa merasa khawatir jika perang tersebut dapat meluas ke wilayahnya.
Perang Rusia-Ukraina
Perang Rusia–Ukraina berakar dari masalah lama sejak Uni Soviet bubar tahun 1991.
Sejak saat itu, hubungan kedua negara sering tidak harmonis karena persoalan perbatasan, perbedaan identitas, dan pilihan politik yang berbeda arah.
Ketegangan semakin parah setelah Revolusi Maidan 2014, ketika Presiden Ukraina yang dekat dengan Rusia, Viktor Yanukovych, digulingkan dan diganti pemerintah baru yang lebih mendukung Barat.
Baca tanpa iklan