Langgar Langit NATO: Jet Rusia Masuki Estonia, Pasal 5 di Ujung Tanduk?
3 jet tempur Rusia dilaporkan memasuki wilayah udara Estonia, Pasal 4 NATO diaktifkan, bagaimana dengan Pasal 5?
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
TRIBUNNEWS.COM – Tiga jet tempur Rusia dilaporkan memasuki wilayah udara Estonia dan mondar-mandir selama setidaknya 12 menit, ungkap pemerintah Estonia pada Jumat (19/9/2025).
Mengutip The Independent, ini merupakan pelanggaran ketiga Rusia terhadap wilayah udara NATO dalam dua minggu terakhir.
Sebelumnya, pesawat nirawak Rusia juga terdeteksi memasuki wilayah Polandia dan Rumania.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan segera mendapat pengarahan mengenai situasi tersebut, namun menegaskan bahwa ia tidak senang.
Kepada wartawan, Trump menyatakan: “Saya tidak menyukainya. Saya tidak suka jika itu terjadi. Bisa jadi masalah besar.”
Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsakhna menyebut, Rusia sudah empat kali melanggar wilayah udara Estonia sepanjang tahun ini.
"Namun kali ini berbeda. Tiga pesawat tempur sekaligus memasuki wilayah udara kami, suatu tindakan kurang ajar yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Estonia menambahkan, insiden tersebut terjadi di Teluk Finlandia dan melibatkan tiga jet tempur MiG-31 Rusia.
Kuasa Usaha Rusia pun dipanggil dan diberikan nota protes.
Rusia Membantah
Di sisi lain, Militer Rusia membantah tudingan tersebut.
Mereka menyatakan penerbangan itu “terjadwal” dan sesuai aturan wilayah udara.
Dalam pernyataan resminya disebutkan:
Baca juga: 3 Jet Tempur Rusia Nyelonong Masuki Wilayah Estonia, NATO Siaga Penuh
“Pada 19 September tahun ini, tiga jet tempur MiG-31 Rusia melakukan penerbangan terjadwal dari Karelia menuju sebuah pangkalan udara di wilayah Kaliningrad."
"Penerbangan dilakukan sesuai dengan Aturan Internasional Penggunaan Wilayah Udara, tanpa melanggar batas negara lain, sebagaimana dikonfirmasi oleh alat pemantauan objektif."
"Pesawat Rusia tidak menyimpang dari rute yang disepakati dan tidak melanggar wilayah udara Estonia."