Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Barat Membingungkan Israel dan Mengacaukan Perhitungan Netanyahu

Pengakuan Barat membingungkan Israel dan mengacaukan perhitungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Pengakuan Barat Membingungkan Israel dan Mengacaukan Perhitungan Netanyahu
Laman resmi pemerintah Inggris
PALESTINA DIAKUI - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan Inggris resmi mengakui Palestina pada hari Minggu, (21/9/2025). 

Pengakuan Barat Membingungkan Israel dan Mengacaukan Perhitungan Netanyahu

TRIBUNNEWS.COM- Pengakuan negara-negara Barat dirasakan telah membingungkan Israel dan mengacaukan perhitungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Beberapa jam terakhir telah menyaksikan perubahan signifikan dalam arah perjuangan Palestina, setelah tiga negara Barat utama—Inggris, Australia, dan Kanada—mengumumkan pengakuan resmi mereka terhadap negara Palestina.

Sebuah langkah yang digambarkan oleh Otoritas Palestina sebagai "hari bersejarah," dan dipuji oleh kalangan Arab dan internasional sebagai momen penting ketika politik bersinggungan dengan keadilan, diplomasi bersinggungan dengan tragedi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, dan perluasan permukiman yang cepat di Tepi Barat.

Sebaliknya, Israel, yang dipimpin Benjamin Netanyahu, bersikeras menolak prinsip negara Palestina, sementara Presiden AS Donald Trump bergerak untuk mendahului gelombang itu dengan mengadakan pertemuan puncak besar di New York di mana ia akan menyampaikan visinya untuk perdamaian.


Inggris membuka pintu

Pengumuman Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang mengakui Negara Palestina memiliki implikasi yang melampaui sekadar sikap diplomatik. 

Dalam pidatonya yang direkam, beliau menekankan bahwa harapan untuk solusi dua negara semakin memudar, dan sangat penting untuk tidak membiarkan harapan terakhir ini padam.

Rekomendasi Untuk Anda

Starmer, yang mewakili Partai Buruh , telah memberi London posisi terdepan dalam jalur politik baru yang dapat menggambar ulang garis hubungan dengan Israel dan mendorong negosiasi serius.

Selain dimensi politik, langkah Inggris ini memiliki bobot historis dan moral, mengingat Inggris memiliki sejarah sentral dalam perjuangan Palestina sejak Deklarasi Balfour dan mandat berikutnya. 

Para pengamat menggambarkan hal ini sebagai perbaikan yang terlambat atas tanggung jawab yang belum terpenuhi selama beberapa dekade.

 

Australia dan Kanada berada di jalur yang sama

Gelombang protes ini tidak terbatas di London. Pemerintah Australia mengumumkan pengakuannya terhadap Negara Palestina sebagai bagian dari dukungannya terhadap solusi dua negara, tetapi juga menegaskan penolakannya terhadap peran Hamas dalam masa depan negara Palestina.

Kanada melangkah lebih jauh, dengan perdana menterinya menuduh pemerintah Israel mencegah pembentukan negara Palestina, menegaskan bahwa pengakuan tersebut merupakan langkah menuju pembangunan masa depan yang damai bagi kedua negara .

 

 

Baca juga: Pengakuan Negara Palestina Menunjukkan Barat Sudah Muak dengan Netanyahu

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas