Khalil Al-Hayya, Bos Hamas Muncul Perdana setelah Gagal Dibunuh Israel
Khalil Al-Hayya, senior Hamas dan kepala negosiasi sebelumnya, muncul perdana di publik setelah Israel gagal membunuhnya dalam serangan di Qatar.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Khalil al-Hayya, pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza sekaligus ketua tim negosiasi, muncul di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak upaya pembunuhan terhadapnya gagal dalam serangan Israel di Doha, Qatar, pada 9 September lalu.
Khalil Al-Hayya muncul dalam sebuah klip video yang diunggah Hamas di akun Telegram resminya pada hari Minggu (5/10/2025).
Ia berbicara tentang kehilangan putranya, Humam al-Hayya, yang gugur dalam serangan udara Israel di Doha.
"Tidak ada perbedaan antara syahid mana pun di Gaza dan putra saya. Mereka semua adalah korban kejahatan pendudukan," katanya dalam komentar pertamanya tentang upaya pembunuhan dan kematian putranya, manajer kantornya, dan beberapa rekannya.
"Darah para martir akan tetap menjadi jalan kita menuju kemenangan dan Yerusalem, dan akan menjadi alasan untuk mempermalukan pendudukan," katanya.
Ia merasakan kesedihan yang mendalam seperti apa yang dirasakan rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
"Saat ini, kita hidup dalam bayang-bayang kepedihan, kebanggaan, dan martabat, dengan hilangnya ribuan rakyat kita, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia. Tuhan telah memuliakan kita dengan kehadiran anak, cucu, saudara, dan kerabat kita di antara mereka," lanjutnya.
"Kami adalah bagian dari keluarga besar ini, keluarga rakyat Palestina, khususnya di Gaza, yang hari ini mewakili seluruh bangsa dalam keteguhan dan pengorbanannya," tambahnya.
Kemunculan Khalil al-Hayya di publik terjadi satu hari sebelum delegasi Hamas dijadwalkan berangkat ke Kairo untuk melanjutkan negosiasi pada hari Senin (6/10/2025).
Masih belum jelas apakah Khalil al-Hayya, yang memimpin delegasi pada putaran sebelumnya, akan berpartisipasi dalam perundingan mendatang.
Pada hari Selasa (9/9/2025), Israel meluncurkan serangan ke Doha, ibu kota Qatar, dalam operasi yang ia sebut menargetkan para pemimpin Hamas.
Baca juga: Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata, Utusan Trump ke Mesir Bahas Pembebasan Sandera di Gaza
Enam orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, termasuk termasuk Humam al-Hayya, putra anggota biro politik Khalil al-Hayya; direktur kantornya, Jihad Labad; tiga rekannya; dan seorang petugas keamanan Qatar.
Empat hari setelah serangan Israel di Doha, Hamas mengumumkan bahwa Khalil al-Hayya selamat dari upaya pembunuhan tersebut, lapor Al Arabiya.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa ia telah berpartisipasi dalam salat jenazah untuk putranya, Hammam, dan beberapa rekannya, yang gugur dalam operasi tersebut.
Pengumuman ini disampaikan di tengah ketatnya pengaturan keamanan di Qatar.